Memahami Cara Desain Kamar untuk Tidur Lebih Berkualitas

oleh

Tahukah Anda—lebih dari 25% waktu manusia  dihabiskan untuk tidur?

Tidak melulu soal bermalas-malasan. Bagaimanapun, manusia membutuhkan tidur—sama seperti ia membutuhkan makanan maupun air. Tidur berfungsi sebagai penyegaran mental, pun “penjaga” metabolisme tubuh. Adapun peranan tidur ini lebih besar pada anak dan remaja; karena pada saat itulah hormon pertumbuhan dikeluarkan.

Mengingat pentingnya peranan tidur bagi manusia; kurang tidur pada akhirnya dapat mendatangkan banyak masalah terkait kesehatan. Apalagi, bagi seseorang yang memiliki aktivitas rutin dan butuh istirahat. Memang, setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda. Namun, secara umum, kita membutuhkan delapan jam untuk tidur untuk memastikan tubuh maupun suasana hati-nya tetap berjalan optimal.

Sebelum masuk ke dalam pembahasan tentang tata cara agar tidur berkualitas, berikut adalah beberapa dampak negatif kurang tidur yang harus Anda ketahui:

  1. Melemahnya Sistem Imun
    melemahnya-sistem-imun
    Bukan hanya merasa lelah sepanjang hari, kurang tidur juga berdampak pada melemahnya sistem imun Anda. Pasalnya, pada saat tidur itulah tubuh akan memproduksi banyak hormon melatonin; protein; bahkan pencegah kanker. Nah, kurang tidur hanya akan mengurangi daya imun; yang memperlemah pertahanan tubuh terhadpa berbagai penyakit.Sebuah survei menunjukkan, sembilan dari sepuluh penderita insomnia rupanya berisiko terdampak penyakit serius terkait kardiovaskular, seperti jantung, diabetes, maupun tekanan darah tinggi.
  1. Menurunkan Fungsi Kognitif
    menurunkan-fungsi-kognitif
    Pernahkah Anda tidak fokus seharian, lantaran begadang saat malam? 

    Bagaimanapun, berkurangnya jam tidur bisa menghambat fungsi kognitif Anda. Dengan kata lain, otak jadi tidak bekerja dengan maksimal. Sederhananya, kurang tidur akan mengakibatkan Anda merasa lelah dan mengantuk sepanjang hari. Inilah yang memungkinkan Anda merasa tidak fokus, mudah lupa, bahkan merasa bingung.

  1. Obesitas
    obesitas
    Harus diketahui, kurang tidur menghambat metabolisme dan mengganggu proses pencernaan. Apalagi, kurang tidur juga berpotensi “meningkatkan” rasa lapar pada jam-jam yang tidak tentu; sebab di sisi lain—tubuh akan menuntut lebih banyak makanan dari apa yang telah dibutuhkan. Kondisi inilah yang pada akhirnya akan mengakibatkan kenaikan berat badan.
  1. Penuaan Dini
    penuaan-dini
    Secara umum, mereka yang kurang tidur akan menunjukkan tampilan fisik yang tidak sehat; meliputi kulit pucat, mata sayu dan bengkak, lingkaran hitam di bagian mata, kulit kusam, bahkan timbul garis-garis halus—seperti halnya keriput.Sebenarnya, kurang tidur dapat dipengaruhi banyak hal. Ini meliputi faktor penyakit (nyeri fisik); stres, kecemasan berlebih, maupun depresi; rasa lelah; perubahan gaya hidup; hingga faktor lingkungan. Kendati sering dianggap sepele, rupanya, faktor lingkungan inilah yang paling besar dampaknya. Beberapa contoh faktor lingkungan yang memengaruhi kualitas tidur, seperti halnya temperatur yang tidak nyaman; ventilasi buruk; kondisi kasur yang tidak mampu menunjang struktur tubuh; hingga pencahayaan yang terlalu terang. Padahal, dengan Anda beristirahat dan punya kualitas tidur yang baik; produktivitas serta suasana hati akan meningkat, lho.

    Kamar tidur sendiri merupakan ruang yang paling penting untuk fungsi kualitas tidur yang baik. Apalagi, di sanalah Anda biasanya menghabiskan waktu lebih lama. Bukan hanya menatanya agar tampak lebih rapi dan nyaman.

Lantas, bagaimana cara mendesain kamar untuk tidur yang lebih nyaman?

  1. Perbaiki Sirkulasi Udara
    perbaiki-sirkulasi-udara
    Sekilas, mungkin terkesan remeh. Namun pada faktanya, sirkulasi udara yang baik penting untuk memenuhi asupan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Pada akhirnya, asupan oksigen inilah yang membantu proses sirkulasi darah.Untuk tidur yang lebih berkualitas, pastikan ruangan Anda memiliki ventilasi silang. Cara mudahnya, bisa dengan meletakkan lubang angin saling berhadapan pada dua dinding yang berseberangan. Adapun sistem ventilasi silang ini akan membantu suhu di di dalam kamar tetap terjaga rendah; dengan langsung mengirimkan udara yagn masuk ke dalam ke luar ruang. Namun, jika membuat sistem ventilasi silang tidak lagi memungkinkan; Anda bisa juga kok memasang exhaust fan; terutama untuk mempercepat sirkulasi udara di dalam ruang.
  1. Menata Barang
    menata-barang
    Meski tidak baik, ruang tidur yang berantakan sering kali menjadi masalah wajar yang banyak ditemukan. Ada banyak penyebab; bukan hanya pola hidup yang berantakan. Kadang kala, cepatnya rutinitas “memaksa” Anda untuk memanfaatkan waktu seefektif mungkin. Dengan demikian; urusan lain seperti merapikan seprai, atau justru merapikan barang-barang di sekitar tempat tidur, luput dari perhatian.Solusinya, manfaatkanlah waktu senggang Anda dengan menata kamar dengan lebih baik. Kategorikan barang-barang Anda menjadi beberapa kelompok; lalu taruhlah di wadah terpisah. Oh ya, Anda bisa menyimpan barang-barang yang tidak lagi terpakai; seperti kardus bekas atau justru benda-benda rusak langsung di gudang. Intinya, singkirkan yang tidak perlu; dan simpan dengan baik, barang yang terpakai.
  1. Memilih Kasur yang Baik
    memilih-kasur
    Kasur–atau alas tidur yang baik; adalah benda yang mampu menunjang postur tubuh Anda dengan lebih baik. Ada kalanya, kasur yang baik untuk Anda belum tentu baik untuk orang lain. Sebenarnya, membeli alas tidur dari merek yang sudah populer bisa jadi pilihan. Sayang, tidak dapat ditampik, kasur bermerek tentu memiliki harga yang relatif mahal. Adapun cara mudahnya, bisa dengan menguji kasur sebelum membelinya. Anda bisa tiduran sejenak di atasnya–setidaknya selama sepuluh hingga 15 menit; untuk mengetahui apakah kasur terlalu empuk/keras; terlalu cekung; atau justru tidak membal.
  1. Warna Kamar
    warna-kamar
    Untuk kualitas tidur yang lebih baik, disarankan untuk memilih warna-warna relaksasi; seperti halnya biru, hijau, atau perpaduan dengan warna alam lain seperti cokelat. Tidak masalah, jika Anda penggemar warna-warna cerah, seperti kuning maupun merah muda. Namun, pastikan pula untuk tidak menjadikan warna-warna tersebut terlalu mendominasi. Sebaliknya, cobalah pasangkan dengan warna-warna lainnya; atau justru memilih warna berbeda untuk beberapa perangkat seperti gorden, seprai, furnitur, dan lain sebagainya.
  1. Pencahayaan
    pencahayaan-kamar
    Menjadi satu pengetahuan umum, bahwa alih-alih menciptakan tidur berkualitas, cahaya yang terlalu terang justru mengganggu tidur. Sebaliknya, tidur dengan pencahayaan yang redup (atau bisa juga temaram)–bisa membuat tidur lebih nyenyak dan berkualitas.Adapun untuk tidur yang berkualitas; hindari memasang lampu tepat di atas kepala; atau justru di bagian tengah langit-langit. Pasalnya, posisi ini justru akan membuat Anda silau; bahkan kurang relaks saat menjelang tidur. Memang, ada kalanya, ada beberapa aktivitas yang akan Anda lakukan sebelum tidur; seperti halnya membaca buku atau justru memeriksa pekerjaan. Nah, untuk aktivitas ini, disarankan untuk menggunakan lampu baca.

    Sebagai penambah dekorasi ruang, Anda bisa menggunakan concealing lighting–atau jenis lampu yang tersamar. Peletakannya bisa di beberapa sudut tertentu; seperti di bawah alas rak dinding, tersembunyi di langit-langit, di balik lukisan, dan masih banyak lagi. Adapun meski tersembunyi, biasanya cahaya akan tetap terlihat dan memberi kesan meneduhkan, kok. Oh ya, hindari pula menerapkan concealing lighting dengan warna yang terlampau terang ya. Sebagai alternatif; Anda bisa memilih warna cahaya yang kekuningan.

Itulah lima cara mendesain kamar untuk tidur yang lebih nyaman. Semoga bermanfaat!

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!