Yuk, Ketahui Ciri-Ciri Perumahan yang Ramah Lingkungan!

oleh
loading...

Dengan segala permasalahan lingkungan yang ada mulai dari polusi, pencemaran lingkungan, hingga pemanasan global, nggak heran kini semua orang mulai berlomba-lomba untuk mengubah gaya hidupnya jadi lebih ramah lingkungan. Termasuk di dalamnya adalah tinggal di perumahan yang ramah lingkungan. Selain memiliki hunian pribadi yang ramah lingkungan, tentu penting juga untuk memastikan bahwa rumah yang kamu miliki juga berada di perumahan yang ramah lingkungan.

Tapi, seperti apa sebenarnya lingkungan perumahan yang ramah lingkungan? Apakah lingkunganmu sudah masuk ke dalam kategori perumahan yang ramah lingkungan? Yuk, simak ciri-ciri dan karakter dari lingkungan perumahan yang ramah lingkungan.

loading...

1. Perumahan yang Ramah Lingkungan Memiliki Kepadatan yang Tak Berlebihan dan Merata

Lingkungan yang terlalu padat identik dengan kekumuhan. Hal ini salah satunya disebabkan semakin padat lingkungan, maka akan semakin padat pula sistem utilitas di kawasan tersebut sehingga rawan terjadi ketidak teraturan pada sistem utilitas kawasan. Tentu ini sangat jauh dari kesan perumahan yang ramah lingkungan

Rumah Ramah Lingkungan Pendudukforbes.com

Hal lain yang membuat lingkungan padat tidak masuk dalam kategori perumahan yang ramah lingkungan adalah gubahan massa bangunan yang terlalu berhimpitan karena terlalu padatnya lingkungan.

Bangunan-bangunan yang berhimpitan tersebut akan mempengaruhi sirkulasi udara dan pencahayaan dari lingkungan tersebut secara keseluruhan dan juga secara ruang personal setiap rumah. Biasanya, rumah-rumah ini bertipe rumah minimalis mungil

Baca Juga: 10 Desain Rumah Minimalis Sederhana Favorit Istri

Setiap rumah di lingkungan yang padat pasti memiliki pencahayaan natural yang buruk serta sirkulasi udara yang tidak baik. Hal ini memicu penggunaan energi berlebihan. Nggak jarang, penggunaan lampu dan pendingin ruangan di daerah seperti ini cenderung boros. Solusinya, bisa dengan menggunakan lampu LED yang terkenal lebih hemat listrik.

2. Mempunyai Sistem Pengolahan Limbah yang Terintegrasi

Konsep ramah lingkungan identik dengan daur ulang. Hal ini juga harus diterapkan pada perumahan yang ramah lingkungan, semua limbah yang dihasilkan oleh perumahan harus diolah secara bijak. Apalagi, limbah rumah tangga yang dihasilkan lingkungan perumahan nggak kalah banyak dan memiliki potensi yang sama mencemari lingkungan.

Rumah Ramah Lingkungan Pengolahan limbahvancitybuzz.com

Pengolahan limbah pada perumahan yang ramah lingkungan bisa dimulai dengan pemilahan jenis-jenis sampah rumah tangga. Mulai dari pemisahan yang bisa didaur ulang, yang bisa dijadikan kompos, hingga yang harus dimusnahkan. Selain sampah, limbah air juga memerlukan pengolahan yang cukup serius. Sirkulasi jalur air kotor lingkungan yang baik, ketersediaan penampungan, hingga pusat pengolahan limbah-limbah harus dijadikan prioritas.

3. Bekerja, Tinggal, dan Rekreasi Bisa Dilakukan di Satu Lingkungan

Rumah Ramah Lingkungan Rekreasi Tinggal Bekerja8washington.com

Perumahan yang ramah lingkungan juga harus memiliki aksesibilitas dan ketersediaan fasilitas-fasilitas penunjang yang baik. Seseorang yang tinggal di perumahan yang ramah lingkungan seharusnya bisa menuju tempat kerja cukup dengan berjalan kaki atau bersepeda. Nggak cuma bekerja, fasilitas publik seperti taman, pasar, klinik, pertokoan juga harus bisa diakses dengan berjalan kaki dengan mudahnya. Umumnya, perumahan yang ramah lingkungan sangat rendah tingkat paparan polusinya.

4. Perumahaan dengan Pedestrian dan Sirkulasi Jalan yang Baik

Untuk menunjang aksesibilitas perumahan yang ramah lingkungan yang telah kita bahas sebelumnya, sudah selayaknya jika perumahan yang ramah lingkungan juga didukung dengan ketersediaan jalur pejalan kali yang memadai dan nyaman.

Rumah Ramah Lingkungan Pedestrianpinterest.com

Jalur pejalan kaki yang memadai dan nyaman pada perumahan yang ramah lingkungan juga akan mendorong penghuninya untuk lebih memilih berjalan kaki daripada menggunakan kendaraan pribadi. Akhirnya, mereka pun cenderung menjalani gaya hidup yang sehat dengan berjalan kaki dan makan makanan sehat.

Baca Juga: Ini Dia 10 Resep Cemilan Sehat yang Bisa Kamu Siapkan di Akhir Pekan

Selain ketersediaan jalur pedestrian, sebuah perumahan yang ramah lingkungan juga harus memastikan jalur tersebut terhubung dengan baik serta memiliki interkoneksi yang memadai untuk menjangkau setiap fungsi dan area yang ada di dalam perumahaan yang ramah lingkungan.

Hal ini juga berlaku untuk jalur kendaraan bermotor. Aksesibilitas internal yang baik ini bertujuan mengurangi tidak efisiennya sirkulasi yang berakibat pada tidak efisiennya penggunaan energi.

5. Perumahan yang Ramah Lingkungan Memiliki Akses menuju Transport Publik yang Terjangkau

Meskipun perumahan yang ramah lingkungan harus bisa menjangkau setiap fasilitas dengan berjalan kali, tentu tetap ada beberapa kebutuhan penghuni perumahaan yang berada jauh dari kawasan perumahan yang ramah lingkungan. Untuk itu, perumahan yang ramah lingkungan juga harus terintegrasi dengan layanan transportasi publik.

Rumah Ramah Lingkungan Akses Transportpostdocs.ucsf.edu

Layanan transportasi publik pada perumahan yang ramah lingkungan ini harus mudah diakses dengan berjalan kaki. Transportasi publik ini juga terintergrasi dengan berbagai pilihan rute dan transportasi publik lainnya sehingga memudahkan penghuni untuk mencapai suatu lokasi.

Dengan kemudahan ini, penghuni perumahan yang ramah lingkungan diharapkan lebih memilih menggunakan transportasi publik guna menghemat energi dan juga mengurangi polusi akibat penggunaan kendaraan pribadi.

6. Memiliki Ruang Terbuka Hijau Memadai dan Mudah Diakses

Perumahan yang ramah lingkungan juga ditandai dengan tersedianya ruang terbuka hijau yang memadai. Ruang terbuka hijau pada perumahan yang ramah lingkungan berfungsi tidak hanya sebagai area serapan air, tetapi juga mengatur sirkulasi udara, mengendalikan polusi udara, hingga menjaga kelembaban udara dari lingkungan perumahan yang ramah lingkungan agar lebih nyaman.

Rumah Ramah Lingkungan Ruang Terbukahousing.ucdavis.edu

Ruang terbuka hijau juga juga kerap dijadikan ruang komunal bagi para penghuni perumahan yang ramah lingkungan sehingga keberadaannya harus mencukupi kebutuhan aktivitas para warga dan juga mampu diakses dengan mudah.

Sebagai alternatif, tanaman hias atau terarrium bisa digunakan bagi kamu yang lebih menyukai tanaman berukuran kecil. Buat kamu yang suka berkebun, membuat taman rumah yang cantik.

7. Kembali pada Penggunaan Produk Lokal

Menggunakan produk-produk lokal dalam membangun rumah dan fasilitas dalam perumahan yang ramah lingkungan adalah salah satu cara mengurangi penggunaan energi yang tidak efisien karena distribusi barang atau produk yang berasal dari luar lingkungan perumahan. Distribusi produk-produk dari luar ini akan meninggalkan jejak karbon yang tidak baik untuk kelestarian lingkungan.

Rumah Ramah Lingkungan Lokal Produk

previews.123rf.com

Dengan menggunakan produk lokal, secara tidak langsung perekonomian masyarakat sekitar perumahan yang ramah lingkungan juga ikut terangkat. Dengan membaiknya perekonomian, mewujudkan perumahan yang ramah lingkungan tentu menjadi lebih mudah.

8. Mandiri dalam Hal Energi

Rumah Ramah Lingkungan Kincir Anginpinterest.com

Pada tingkat yang lebih lanjut, perumahan yang ramah lingkungan juga mulai mandiri dalam hal penggunaan energi. Energi ini tentu energi terbarukan yang ramah lingkungan. Pengunaan panel surya dan pembangkit listrik lainnya seperti kincir air atau kincir angin kini mulai digalakan guna menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan.

9. Perumahaan yang Ramah Lingkungan Perlu juga Pengolahan Air

Rumah Ramah Lingkungan Kolam retensiwww.harnas.co

Seperti yang telah dibahas di awal, pengolahan limbah pada perumahan ramah lingkungan adalah salah satu ciri dasar dari perumahan yang ramah lingkungan. Salah satunya adalah limbah air. Pengolahan limbah air bersih juga sama pentingnya dengan pengolahan limbah air kotor.

Tidak semua lingkungan bisa memiliki sumber air sehingga memerlukan distribusi air dari lingkungan lain. Pendistribusian air ini tentu membutuhkan energi yang tak sedikit. Maka dari itu, perputaran air di dalam lingkungan perumahan yang ramah lingkungan haruslah bersifat siklik, dimana air yang digunakan harus kembali lagi pada lingkungan untuk diolah dan digunakan kembali.

Keberadaan kolam retensi dan pengolahan air bersih bisa menjadi solusi. Penggunaan air tanah bisa saja dilakukan untuk menghasilkan air bersih, namun cara ini bisa dikatakan tidak terlalu ramah lingkungan.

Baca Juga: 10 Model Desain Rumah Tingkat Minimalis Favorit Keluarga

Itulah beberapa karakter dan ciri dari perumahan yang ramah lingkungan. Kamu sendiri bisa berkontribusi mewujudkan lingkungan perumahan yang ramah lingkungan dengan memulainya dari rumahmu sendiri. Salah satunya dengan menghemat air dan listrik serta menggunakan produk dan furniture berkualitas yang ramah lingkungan!

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!