Home Living

10 Tips Menata Rumah dengan Interior Skandinavia

Sebagai salah satu tipe desain interior paling populer di Indonesia, desain interior Skandinavia berhasil memikat jutaan hati penggemar desain interior yang sedang membangun rumahnya. Identik dengan warna-warna pastel yang lembut dan warna cokelat muda, dinding putih, palet warna netral, serta aksen warna yang berani di setiap sisinya, interior Skandinavia digemari oleh mereka yang menyukai kesan estetik tanpa banyak detil dan dekorasi.

Interior Skandinavia

Populer di negara-negara Skandinavia seperti Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Islandia yang sangat kental dengan desain interior Skandinavia. Interior Skandinavia juga dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat Skandinavia yang menyukai suasana alami atau natural. Interior ini juga bisa dibilang cukup ramah lingkungan.

Interior Skandinavia sekarang ini juga populer di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Bagi kamu yang tertarik juga untuk menerapkan gaya interior ini di hunian baru, langsung saja simak 11 tips menata rumah dengan interior Skandinavia berikut ini!

1. Penggunaan warna utama untuk interior Skandinavia

Warna interior Skandinavia

Interior Skandinavia memiliki warna utama yang mendominasi seisi ruangan. Warna tersebut adalah putih dan abu-abu muda atau putih dan cokelat muda. Warna-warna yang diterapkan pada dinding atau lantai ini akan membuat seisi ruangan menjadi lebih terang dan bersih. Saat memilih furnitur, usahakan memilih furnitur dengan palet warna lembut agar suasana interior Skandinavia makin terasa di rumah.

2. Penggunaan warna lain sebagai aksen pada interior Skandinavia

Aksen Interior Scandinavia

Pada poin sebelumnya sudah dijelaskan bahwa penggunaan warna utama pada interior Skandinavia adalah putih, abu-abu muda, dan cokelat muda. Namun tidak menutup kemungkinan adanya warna lain pada interior ini.

Misalnya saja menggunakan warna pink lembut untuk sarung bantal, karpet putih dengan garis berwarna biru muda, bisa juga warna ungu muda untuk throw blanket di atas sofa atau taplak meja dengan motif geometri warna-warni. Hindari menggunakan warna neon.

3. Menggunakan furnitur esensial

furnitur esensial Interior Skandinavia

Mengutamakan fungsi dari suatu barang bukan berarti menggunakan banyak barang. Interior Skandinavia identik dengan furnitur-furnitur esensial, meski budget yang digunakan terbatas. Dalam sebuah ruang keluarga biasanya hanya ada sofa, meja kopi, dan sebuah rak. Di dalam kamar tidur hanya ada ranjang, lemari baju, dan meja rias.

Furniturnya pun tidak memiliki bentuk dan ukiran rumit. Ruangan rumah dengan interior Skandinavia terlihat lebih lapang karena hanya ada furnitur yang penting saja. Akan lebih baik jika kamu menggunakan furnitur multifungsi seperti sebuah ottoman yang bisa dipakai sebagai kursi, meja, atau sandaran kaki.

Penataan interior Skandinavia ini sangat cocok untuk rumah berukuran mungil. Selain itu, penggunaan furnitur yang minimalis ini akan memudahkan kamu untuk membersihkan ruangan di kemudian hari.

4. Menambahkan tekstur pada interior Skandinavia

tekstur pada interior Skandinavia

Jika interior minimalis dan modern menggunakan tekstur permukaan benda yang licin seperti plastik atau besi, interior Skandinavia justru menggunakan tekstur permukaan benda yang tidak licin.

Tekstur benda yang berantakan ini bisa didapatkan dari penggunaan seperangkat perlengkapan ranjang berbahan kain linen. Tidak perlu diseterika, biarkan tampil kusut untuk kesan yang lebih natural. Kamu juga bisa menggunakan throw blanket untuk menghiasi sofa di ruang keluarga. Untuk throw blanket tersebut, gunakan kain dari wol atau linen. Furnitur-furnitur dari kayu juga tidak perlu diberikan pelapis lagi, biarkan kayu tersebut terlihat apa adanya. Tekstur yang berantakan ini akan membuat ruangan terlihat natural dan tidak kaku. Sangat nyaman!

5. Manfaatkan tumpukan buku

Interior Rumah Tumpukan Bukupinterest.com

Bagi para pecinta buku yang memiliki koleksi berlebih di rumah, manfaatkan saja sebagai elemen khusus di dalam ruangan. Cara penataannya bukan dengan disusun rapi dalam sebuah rak, melainkan buku-buku yang terdiri dari sampul aneka warna-warni ini ditumpuk secara acak dalam beberapa tingkat. Manfaatkan tumpukan buku ini sebagai meja, alas pajangan,serta alas lampu baca. Jika mau dibiarkan ditumpuk begitu saja tanpa benda pajangan lagi di bagian atasnya juga tidak apa. Sama saja cantiknya!

6. Letakkan tanaman hijau sebagai dekorasi interior Skandinavia

Tanaman Hijau Interior Skandinavia

Dekorasi utama untuk rumah dengan interior Skandinavia adalah tanaman hijau. Mengapa tanaman hijau? Karena konsep dari interior Skandinavia adalah natural, kembali ke alam. Tidak perlu menggunakan tanaman hijau berukuran besar, kamu cukup menggunakan tanaman hijau dalam pot kecil. Kemudian letakkan tanaman hijau tersebut di atas meja atau sudut ruang. Beberapa tanaman hijau yang bisa kamu pilih adalah bonsai, kaktus mini, karet kebo, janda bolong, atau lidah mertua.

Jika sudah memilih tanaman hias yang pas, kamu tidak memerlukan banyak dekorasi lain. Perlu diingat, jangan berlebihan meletakkan tanaman hijau supaya rumahmu tidak terlihat penuh.

7. Penggunaan material kayu mendominasi interior Skandinavia

10 Tips Menata Rumah dengan Interior Skandinavia

Interior Skandinavia selalu didominasi oleh material kayu. Material kayu ini bisa digunakan sebagai rangka ruangan, biasanya terlihat pada rumah yang menggunakan langit-langit ekspos. Selain itu, material kayu ini digunakan juga sebagai pelapis lantai. Furnitur-furnitur di dalam ruangan juga dibuat menggunakan material kayu.

Material kayu ini bisa dicat dengan warna putih atau dibiarkan seperti aslinya. Dengan demikian, interior Skandinavia akan terasa semakin natural.

8. Menonjolkan bentuk geometri penting untuk interior Skandinavia

Geometri Interior Scandinavia

Desain interior Skandinavia tidak hanya memiliki konsep yang natural, tapi juga identik dengan bentuk-bentuk geometri. Bentuk geometri yang sering digunakan adalah lingkaran, segi empat, dan segitiga.

Bantal Geometri Interior Scandinavia

Bentuk geometri ini biasanya diterapkan pada perabot rumah. Misalnya cermin kamar mandi yang berbentuk lingkaran, meja makan berbentuk segi empat, kursi kecil berbentuk silinder, sarung bantal dengan motif segitiga-segitiga kecil, dan masih banyak lagi.

9. Menata pencahayaan alami untuk interior Skandinavia

10 Tips Menata Rumah dengan Interior Skandinavia

Interior Skandinavia dilengkapi dengan pencahayaan alami dari sinar matahari. Ini sebagai bentuk penerapan konsep natural dan hemat energi. Agar sinar matahari bisa leluasa menyinari seisi rumah bergaya interior Skandinavia pada siang hari, kamu memerlukan jendela berukuran besar atau skylight.

Bagi kamu yang memiliki rumah di kawasan padat penduduk, tentu akan risih jika orang yang melewati rumah bisa melihat bagian dalam rumah melalui jendela besar. Oleh karena itu, manfaatkan sheer curtain atau tirai tipis untuk menutupi jendela. Dengan sheer curtain ini privasi penghuni rumah akan tetap terjaga dan sinar matahari tetap bisa menyinari bagian dalam rumah.

10. Menata interior Skandinavia yang ramah anak

Interior Scandinavia Ramah Anak

Interior Skandinavia, khususnya yang ada di Swedia, banyak yang dibuat dengan konsep ramah anak karena masyarakat setempat peduli dengan tumbuh-kembang si anak. Anak-anak bebas bermain di dalam rumah tanpa perlu takut terluka akibat kehadiran furnitur yang mudah pecah atau bersudut tajam. Anak-anak juga bisa belajar mencintai alam dan kebersihan sejak dini dimulai dari kebiasaan hidup di rumah. Kamu yang tinggal di Indonesia juga tidak ada salahnya menerapkan hal yang positif tersebut.


Demikian 10 tips untuk menata rumah dengan interior Skandinavia. Kalau kamu masih kebingungan menata interior di rumah, jangan ragu meminta tolong jasa interior profesional, seperti dekoruma. Jangan lupa cek juga artikel home and living menarik lainnya. Semoga bermanfaat!

Related Articles

Back to top button
Close
Close