Nasional

Warga Surabaya Kurang Antusias Mengikuti Pemilu Ulang

redaksi.co.id – Partisipasi pemilih pada pemungutan suara ulang di dua TPS di Surabaya, Sabtu, 27 April 2019, mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya karena pemilih kemungkinan masuk hari kerja.

Di TPS 11 Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, pencoblosan ditutup pukul 13.00 WIB. Tercatat hanya 219 orang yang hadir dari total 289 DPT. Sebelumnya, pada 17 April 2019 lalu, sebanyak 254 orang.

Ketua KPPS TPS 11 Lidah Kulon, Bambang Marsandi, mengatakan pencoblosan berjalan lancar meski ada penurunan partisipasi masyarakat. “Memang ada penurunan, kemungkinan ada yang kerja sehingga tidak datang. Sosialisasi sudah kita lakukan, ” ujarnya.

Kondisi sama juga terjadi di TPS 28 Rungkut Menanggal, Gunung Anyar, yang juga digelar pungutan suara ulang (PSU). Tercatat hanya 178 orang yang menggunakan hak suaranya. Jumlah ini menurun jika dibandingkan pemilu 17 April lalu yang mencapai 215 orang.

Ketua PPS Rungkut Menanggal, Syamsul Anam, mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan agar warga datang kembali ke TPS untuk menggunakan hak suaranya. Mulai dari menyediakan makanan gratis hingga hiburan musik.

“Sebagian memang beraktivitas, seperti bekerja, yang membuat pemilih tidak dapat menggunakan hak memilihnya. Itu faktor terbesar terjadinya penurunan,” ucapnya,

Di Surabaya ada dua TPS yang harus menggelar PSU karena terjadi pelanggaran. Sebelumnya, di TPS 28 Rungkut Menanggal ditemukan enam pemilih di luar DPT yang ikut mencoblos tanpa menggunakan formulir A5

PSU di Sukoharjo

Tiga TPS di Kabupaten Sukoharjo menggelar pemungutan suara ulang (PSU) pada Sabtu, 27 April 2019. PSU itu digelar lantaran ditemukannya pemilih yang tak terdaftar dalam DPT yang menggunakan hak pilih pada 17 April 2019 lalu. Salah satu TPS yang melakukan PSU adalah TPS 12 Desa Gedangan.

Komisioner Bawaslu Sukoharjo Divisi Data Hukum dan Informasi, Muladi Wibowo, mengatakan PSU di TPS 12 Desa Gedangan karena secara teknis petugas KPPS mengalami kendala saat menerima warga pemilih yang tidak terdaftar di DPT dan DPTb. Warga luar daerah itu mencoblos dengan membawa e-KTP di TPS tersebut.

“Ada tiga warga dari luar daerah, yakni dari Wonogiri dan Klaten. Karena tidak tercatat di DPT, harusnya kalau pemindahan dari luar daerah itu pakai form A5, bukan form C6 dan E-KTP,” kata dia di TPS 12 Gedangan, Grogol, Sukoharjo, Sabtu, 27 April 2019.

Adanya kesalahan itu menyebabkan terjadinya pelanggaran dalam pelaksanaan pemungutan suara pada 17 April lalu. Alhasil, Bawaslu Sukoharjo merekomendasikan untuk menggelar pemungutan suara ulang pada hari ini.

“Hal ini merupakan sebuah pelanggaran yang kemudian berekses kepada pemungutan suara ulang sesuai dengan Pasal 372 ayat 2 huruf d,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dua TPS lainnya di Sukoharjo yang melakukan pemungutan suara ulang, yakni TPS 05 Desa Karanganyar, Kecamatan Weru dan TPS 07 Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari.

“Kalau di TPS Weru itu yang menggunakan hak pilih dari luar Jawa dari Kalimantan Barat dengan E-KTP. Sedangkan yang di TPS Toriyo itu ada pemilih dari Jakarta dan Solo,” tuturnya.

Related Articles

Back to top button
Close
Close