Internasional

Kenang Pembantaian Tiananmen, Aktivis Ini Berpuasa 24 Jam

Kenang Pembantaian Tiananmen, Aktivis Ini Berpuasa 24 Jam. “Mereka mati demi mempromosikan demokrasi di China” Chen Wei, mantan aktivis tragedi Tiananmen yang melakukan puasa.

BEIJING, News – Selama 29 tahun terakhir setiap 4 Juni, Chen Wei bakal memperingati pembantaian Lapangan Tiananmen dengan puasa selama 24 jam.

Selama satu hari itu, Chen hanya akan meminum air putih dan mengingat rekan-rekannya yang gugur dalam aksi unjuk rasa yang tahun ini tepat berusia 30 tahun.

Dilansir The Guardian Senin (3/6/2019), Chen yang merupakan mantan koordinator lapangan pelajar memulai tradisi itu ketika dipenjara, tepat setelah aksi protes berakhir.

Kisah di Balik Foto Tank Man Saat Pembantaian Tiananmen 30 Tahun Silam

Chen melakukannya dalam sebuah sel berukuran delapan meter persegi ketika menjalani 20 bulan hukuman. Penjaga bahkan tak memperhatikan apakah dia makan atau tidak.

Dia merupakan satu dari mantan aktivis dan pengunjuk rasa yang bakal berpuasa memperingati 30 tahun pembantaian yang bakal digelar Selasa ini (4/6/2019).

Ketika itu, pergerakan pro-demokrasi yang diadakan pelajar serta pekerja dihalau dengan tank dan pasukan. Membunuh ratusan di antaranya, atau mungkin ribuan.

“Ini benar-benar hari yang suci,” ungkap Chen yang ketika masih berstatus mahasiswa memimpin aksi demonstrasi di kota kawasan selatan China, Guangzhou.

Dia mengatakan, momen 4 Juni merupakan hari yang penuh dengan emosi. Hari itu, kata dia, berisi rasa duka sekaligus bersalah. Mengapa demikian?

“Mereka mati demi mempromosikan demokrasi di China. Namun 20-30 tahun ini tak signifikan. Kami gagal memberi kedamaian bagi jiwa mereka, gagal memperingati kematian mereka,” keluhnya.

berpuasa adalah cara Chen dan suaminya yang juga aktivis untuk mengenang para pelajar dan pekerja yang tewas di tengah pengawasan ketat oleh pemerintah China.

Meski bebas, status Chen kini adalah tahanan rumah selama bertahun-tahun dengan kamera pengawas dipasang khusus di luar gedung apartemen tempat mereka tinggal.

Pada peringatan 25 tahun tragedi Tiananmen saja, mereka ditangkap dan sempat dipenjara setelah berusaha untuk menggelar acara mengenang para korban.

Seperti Chen, banyak aktivis yang sempat merasakan penjara melakukan puasa sebagai bentuk mengenang, dan meneruskan tradisi itu dengan cara masing-masing.

Kini, sekelompok aktivis China telah menyerukan kepada masyarakat seantero Negeri “Panda” tersebut untuk mengenang pembantaian Tiananmen dengan cara puasa.

China Geram atas Komentar Menlu AS Terkait Pembantaian Tiananmen

Dalam unggahannya di internet, China Change menyatakan otoritas bisa menahan mereka yang berkelakuan mencolok dengan mengenakan pakaian hitam.

“Jika 1,3 miliar orang bersatu untuk memperingati saat ini, maka bangsa kita bakal mendapatkan kehidupan yang baru,” demikian pernyataan China Change.

Sejumlah aktivis juga mengatakan puasa juga bertujuan memperingati aksi mogok makan yang terjadi di Tiananmen pada Mei 1989, sebelum pembantaian terjadi.

Gambar para pelajar peserta unjuk rasa yang harus dibopong dan dibawa ke rumah sakit tak hanya menuai simpati dari China. Namun juga seluruh dunia.

“Puasa adalah cara untuk menderita dan sebagai sarana refleksi. Jadi sangat dibenarkan dalam situasi seperti ini,” kata mantan korlap lainnya, Zhou Fengsuo.

Jenderal China Sebut Pembantaian di Lapangan Tiananmen Bisa Dibenarkan

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close