Health

Dokter Tan Shot Yen: Tubuh Bukan Saldo Bank, Jangan Kalap Makan Saat Lebaran

Dokter Tan Shot Yen: Tubuh Bukan Saldo Bank, Jangan Kalap Makan Saat Lebaran. “Kalau puasanya benar, biasanya badan jadi lebih rapi. Masa iya mau dikacaukan pada Hari Raya karena kalap makannya?” ujar dokter Tan Shot Yen.

News, JAKARTA –  “Kalau puasanya benar, biasanya badan jadi lebih rapi. Masa iya mau dikacaukan pada Hari Raya karena kalap makannya?” ujar dokter Tan Shot Yen.

Hal ini terkait dengan banyak orang yang jatuh sakit justru karena perubahan pola hidup selama merayakan Idulfitri. Menurunya jika ingin merayakan Idulfitri dengan tubuh yang sehat secara lahiriah, penting sekali untuk memperhatikan pola makan dan menu yang benar.

Tan mengatakan apabila seseorang mengimani sungguh-sungguh makna Idulfitri, makanan berlimpah pada Idulfitri tidak seharusnya menjadi sumber masalah kesehatan.

“Bukankah yang lebih penting adalah silaturahmi, saling memaafkan dan dimaafkan? Makan ketupat dan sebagainya hanya simbol saja,” katanya.

Itulah sebabnya dia menganjurkan untuk memperhatikan jenis makanan yang tepat untuk dikonsumsi agar momen Idulfitri tidak justru menyebabkan sakit.

Tidak Bersantan

Untuk makanan, dia  menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang tidak bersantan. Apabila sudah mengonsumsi satu kali makanan bersantan saat halalbihalal di satu rumah, sebaiknya di rumah-rumah selanjutnya jangan pilih makanan yang bersantan.

“Jika tuan rumah menyediakan sup seperti tekwan, bakwan malang, sup ikan, pindang, nah pilihlah itu,” katanya.

Sebaiknya tiap orang harus menyadari jenis-jenis makanan apa yang baik demi kesehatan, dan yang mana yang tidak.

Untuk minuman, pilihlah minuman yang tidak bergula seperti air kelapa, teh, dan air putih. Menurut dia selama makanan tidak mengurangi makna Idulfitri, sebaiknya pilihlah makanan yang sehat dan bergizi.

Bakar Kalori

Tan menyoroti salah kaprah yang sering terjadi pada masyarakat soal makan. Adakalanya orang merasa bebas mengonsumsi apa saja dengan alasan akan membakar jumlah kalori yang diasupnya dengan olahraga.

“Padahal, tubuh itu tidak sama dengan saldo bank, begitu makanan dan minuman masuk, tidak bisa ditarik lagi karena berbagai hormon merespons dan mekanisme biokimia tubuh bekerja,” katanya.

Itulah sebabnya, Tan menegaskan agar masyarakat memperhatikan betul jenis makanan yang dikonsumsi. Asupan makanan itu bukan saja soal jumlah kalori yang masuk.

Makanan cepat saji dengan jumlah 500 kalori tidak bisa disamakan dampaknya bagi tubuh dengan sayuran dengan jumlah yang sama 500 kalori juga. Setiap makanan memiliki efek yang berbeda pada tubuh. Itulah sebabnya perlu fokus pada nutrisi, bukan saja pada jumlah.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close