Entertainment

Ghost Writer, Debut Bene Dion Rajagukguk Sebagai Sutradara

Ghost Writer, Debut Bene Dion Rajagukguk Sebagai Sutradara. Film drama komedi horor bertajuk Ghost Writer tayang 4 Juni 2019. Film ini diharapkan dapat mengisi liburan keluarga dengan genre yang unik dan fresh. 

News, JAKARTA—Film drama komedi horor bertajuk Ghost Writer tayang 4 Juni 2019. Film ini diharapkan dapat mengisi liburan keluarga dengan genre yang unik dan fresh. 

Selain unik dari segi genre, film ini juga merupakan karya debut dari sutradara baru Bene Dion Rajagukguk.

Pria yang juga aktif sebagai penulis skenario dan konsultan komedi ini menerima tantangan untuk menggarap film dengan genre yang sangat jarang dikerjakan di Indonesia. Ghost Writermemberikan tantangan dan motivasi baginya untuk menghasilkan karya yang unik dan segar. “Saya sudah berikan terbaik, semoga penonton menerimanya dengan baik juga,” kata Bene.

Pada awalnya dia sempat ragu untuk menggarap film ini. Menurutnya mengerjakan film dengan genre horor pasti memiliki kesulitan teknis yang berbeda dengan film biasa. Dukungan dari produser akhirnya meyakinkan Bene untuk mantap melangkah.

“Akhirnya saya belajar untuk bikin film horor dengan menonton film-film komedi horor, baca buku, baca tips dari pembuat film horor, dan sebagainya,” kata Bene lagi. Melalui film dan drama luar negeri dia mencari tahu hal-hal apa yang bisa memuaskan penonton ketika menyaksikan adegan dalam film. Dia mengaku bahwa persiapan menjadi sutradara kali ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Syukurnya lagi, saya juga terlibat dalam penulisan skenario sehingga saya ikut prosesnya dari awal, karena susah juga bikin film kalau saya sendiri tidak tahu isi ceritanya,” ujarnya. Bene mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam penggarapan skenario juga membuka jalan baginya untuk lebih mudah dalam mengarahkan film.

Ghost Writer terdiri dari kombinasi 3 genre yakni komedi, horor, dan drama. Sebagai sutradara yang lebih lama terlibat dalam dunia komedi, Bene mengaku secara natural menjadikan sisi komedi yang lebih kuat dalam film.

“Sebenarnya ingin membuatnya semua genre sama rata, tetapi hasil akhirnya saya bilang 40% drama, 40% komedi, 20% horor,” katanya. Dia menyadari bahwa membuat film horor ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Sudah terlibat dalam berbagai proyek film, Bene mengaku mempelajari banyak hal. Sebagai pembuat film, dia menyadari bahwa kekuatan utama dari film maker bukanlah soal teknis. “Kita masih bisa belajar, bertanya sama orang-orang yang lebih dulu terjun di dalamnya,” katanya.

Dalam pengalaman perdana sebagai sutradara film, Bene mengaku tantangan yang paling sulit adalah memanajemen manusia yang terlibat dalam proses produksi. “Karena film itu melibatkan ratusan orang, jadi kita harus belajar memanajemen psikogis orang agar bisa bekerja sama dengan baik,” katanya.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close