Money

Jaga Ekonomi AS, The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga?

Jaga Ekonomi AS, The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga?. Gubernur The Fed Jerome Powell menyatakan, bank sentral memantau situasi secara cermat dan akan melakukan langkah yang perlu dilakukan.

WASHINGTON, News – Bank sentral AS Federal Reserve memberi sinyal pada Selasa (4/6/2019) waktu setempat, bakal mempersiapkan diri untuk melakukan langkah guna menjaga perekonomian AS tetap solid. Ini termasuk langkah memitigasi dampak buruk perang dagang yang digulirkan Presiden Donald Trump.

Dilansir dari The Washington Post, Rabu (5/6/2019), Gubernur The Fed Jerome Powell menyatakan, bank sentral memantau situasi secara cermat dan akan melakukan langkah yang perlu dilakukan.

“Kami terus memonitor implikasi perkembangan terkait outlook perekonomian AS dan kami selalu akan mengambil langkah yang sesuai untuk menjaga ekspansi (perekonomian AS),” kata Powell dalam sebuah konferensi di Chicago.

Pasar saham AS melesat setelah pernyataan Powell tersebut. Indeks saham Dow Jones Industrial Average melompat 400 poin.

The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan di 2,25-2,50 Persen

Dalam beberapa waktu terakhir, bank sentral didesak untuk memangkas suku bunga acuan Fed Fund Rate guna membantu mendongkrak ekonomi AS. Langkah ini pun guna menangkal dampak negatif perang dagang Trump dengan China.

“Saya rasa aman untuk mengatakan bahwa ini adalah pertama kali Powell sendiri membuka kemungkinan memangkas suku bunga,” ungkap Mike Loewengart, wakil presiden direktur strategi investasi di E*Trade.

Para investor Wall Street kini memasang kemungkinan 58 persen bahsa The Fed akan memangkas suku bunga pada akhir Juli 2019. Kemungkinan ini lebih kuat dibanding pada bulan lalu, ketika sulit diprediksi The Fed akan memangkas suku bunga.

Sejumlah ekonom juga memproyeksikan resesi atau penurunan tajam pada perekonomian AS jika Trump melanjutkan kebijakan tarif terhadap seluruh produk impor dari China dan tarif impor untuk seluruh produk dari Meksiko.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close