Ekonomi

Lima obyek wisata yang wajib dikunjungi ketika ke Sambas

Lima obyek wisata yang wajib dikunjungi ketika ke Sambas.

Sambas – Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Sambas, Kalimantan Barat merekomendasikan ada lima obyek wisata yang wajib dikunjungi ketika berada di Kabupaten Sambas. Apa lagi di momen Lebaran saat ini saat tepat untuk dikunjungi bersama keluarga.

"Kelima obyek wisata tersebut saat ini menjadi favorit untuk bagi wisatawan baik lokal maupun luar Sambas, " ujar Ketua Genpi Sambas, Dina Herewina di Sambas, Rabu.

Berikut lima tempat obyek wisata favorit di Kabupaten Sambas versi Genpi Sambas, yakni

1. Pantai Temajuk

Pantai yang berada di ekor Borneo tersebut menjadi destinasi wisata teratas di Kabupaten Sambas karena memiliki pesona pantai yang menakjubkan. Hamparan pasir putih dan luas serta masih sangat alami menjadi daya tarik tersendiri.

Apalagi di daerah tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Baik wisatawan Indonesia maupun Malaysia, dalam satu waktu bisa menikmati pesona pantai di masing – masing daerah tersebut.

Di sana sejumlah penginapan yang dikelola masyarakat juga ada. Bahkan juga ada rumah terbalik dan menjadikan titik wajib bagi wisatawan untuk diabadikan melalui kamera ponsel nya atau kamera DSL.

Dari pusat kota Sambas, hanya butuh waktu sekitar 4 jam untuk ke sana. Untuk menuju lokasi bisa ditempuh melalui dua jalur yakni jalan ke Aruk, Sajingan Besar dan melalui arah ke Paloh.

"Untuk ke sana bisa menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Artinya untuk ke sana akses sudah mudah. Sehingga sangat tepat untuk liburan keluarga atau bersama – teman," papar dia.

2. Istana Alwatzikhoebillah

Istana Alwatzikoebillah tampak dari depan (Dedi)

 Istana Alwatzikhoebillah merupakan bukti nyata adanya kerjaan di Kabupaten Sambas. Letak Istana Alwatzikhoebillah tepat berada di Kota Sambas tepatnya di persimpangan "muare ula'kan" Sungai Sambas di Desa Dalam Kaum.

Istana Alwatzikhoebillah selain menjadi obyek wisata sejarah juga sekaligus obyek wisata religi karena peradaban Islam tidak terlepas dari pengaruh kerajaan tersebut.

Setiap orang yang ke Sambas, sebagian besar selalu menyempatkan diri ke. Istana Alwatzikhoebillah. Kembali, dengan lokasi nya di pusat kota dan dengan bangunan istana dan komplek masjid raja yang masih asli menjadi daya tarik menarik untuk dikunjungi masyarakat.

Pada setiap momen liburan dan apalagi di saat Lebaran seperti ini, Istana Alwatzikhoebillah selalu ramai dikunjungi baik wisatawan lokal maupun luar Sambas.

Untuk memasuki Istana Alwatzikoebillah Sambas wisatawan harus melalui dua gapura, yaitu gapura pembatas antara alun-alun dengan jalan raya dan gapura pembatas antara alun-alun dan Istana.

Istana memiliki alun alun yang luas dan di gapura untuk menuju istana terdapat tiang bendera. Tiang bendera tersebut seperti tiang kapal yang dikelilingi oleh tiga buah meriam dan disangga oleh empat tiang. Dari berbagai sumber berikut makna filosofis dari benda-benda tersebut:

Tiga Meriam, melambangkan tiga buah sungai yang terdapat di sekitar istana yang harus selalu dijaga. Meriam-meriam tersebut adalah pemberian dari tentara Inggris pada tahun 1813 yang salah satunya diberi nama Si Gantar Alam. Di area ini pula, salah satu pahlawan Sambas, Tabrani Ahmad, gugur ditembak peluru tentara Belanda saat mempertahankan merah putih.

Empat Tiang Penyangga, melambangkan empat menteri sebagai pembantu sultan yang disebut wazir.

Dua Tiang Penyangga pada sisi kiri dan kanan tiang, melambangkan bahwa dalam menjalankan roda pemerintahannya sultan selalu didampingi oleh ulama dan khatib.

3. Danau Sebedang

Danau Sebedang (Dedi)

Danau Sebadang di Kecamatan Sebawai merupakan satu – satunya danau yang ada di Kabupaten Sambas. Danau tersebut menurut cerita dari masyarakat setempat dulunya merupakan tempat pemandian para sultan-sultan Sambas jaman dahulu.

Suasana di danau tersebut sangat asri sekali. Tak heran jika banyak pengunjung datang ke sana merasakan keindahan alam sekitar danau, suasana yang sejuk banyak pepohonan, tidak hanya sekedar merasakan suasananya saja tetapi ada juga yang ingin memancing di sana.

Apalagi untuk menuju ke lokasi sangat dekat dengan jalan raya. Ketika dari arah Kota Singakawang, tempatnya sebelum ke Kota Sambas. Dari jalan raya hanya butuh sekitar lima menit masuk ke lokasi.

4. Riam Berasap

Sejumlah pengunjung melakukan swafoto di air terjun, Riam Berasap di Sajingan Besar (Dedi)

 Satu di antara destinasi wisata yang dekat dengan batas negara Indonesia – Malaysia yakni air terjun, Riam Berasap. Lokasinya berada di Kecamatan Sajingan Besar. Dari jalan status nasional hanya butuh sekitar 20 menit ke lokasi. Dengan jalan nasional yang sudah dari pusat kota hanya butuh sekitar 2 jam saja.

Dengan besarnya dan tingkatan air terjun, menjadikan wisata wajib untuk dikunjungi di daerah itu. Apa lagi dalam satu waktu pengunjung juga bisa melihat langsung batas negara, Aruk, Indonesia – Sarawak, Malaysia. Hanya butuh sekitar 5 menit dari pintu masuk ke Riam Berasap pengujung bisa melihat Pos Lintas Batas Negara yang berdiri megah dengan segala fasilitas nya.
Sebagian besar juga yang ke Aruk selalu mengabadikan momen di daerah itu terutama di Tugu Pancasila.

5. Tanjung Sari Pemangkat

Pengunjung berfoto di satu di antara titik menarik di Tanjung Batu (Dedi)

Tanjung Sari atau biasa disebut masyarakat setempat dengan nama Tanjung Batu kini mulai populer kembali. Hal itu dikarenakan sejumlah titik menarik dihadirkan. Belasan tahun sebelumnya, lokasi tersebut paling banyak diminati masyarakat ketika berlibur.

Selain lokasi tidak jauh dari pusat kota Kecamatan Pemangkat tersebut, pesona hamparan batu – batu di pinggir laut yang menyatu dengan bukit membuat panorama yang unik dan menarik untuk dikunjungi.

Nah, bagi wisatawan baik lokal dan lainnya, lima obyek wisata tersebut bisa menjadi tujuan wisata anda ketika berlibur di Kabupaten Sambas selain obyek wisata menarik lainnya.
 

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close