UPT Malioboro akan lakukan OTT sampah

UPT Malioboro akan lakukan OTT sampah.

Yogyakarta – Guna memastikan agar kawasan Malioboro tetap bersih sehingga nyaman bagi wisatawan, Unit Pelaksana Teknis Malioboro akan melakukan operasi tangkap tangan bagi pengunjung yang tertangkap basah membuang sampah sembarangan.

“Selama libur Lebaran, jumlah pengunjung Malioboro akan meningkat signifikan. Salah satu masalah klasik yang muncul adalah sampah. Oleh karena itu, kami siapkan operasi tangkap tangan (OTT) bagi pengunjung yang ketahuan membuang sampah sembarangan,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, petugas kebersihan di kawasan Malioboro sudah bekerja keras untuk memastikan agar kawasan tersebut bersih dan bebas dari sampah yang dibuang sembarangan, salah satunya di sela-sela “grill” pohon perindang.

Ekwanto menyebut, “grill” pohon perindang biasanya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah oleh pengunjung, termasuk puntung rokok. “Membersihkan sampah di ‘grill’ ini cukup sulit. Oleh karena itu, untuk menjaga agar kebersihan Malioboro tetap terjaga, kami akan lalukan OTT,” katanya.

Ia menambahkan, OTT tersebut lebih ditujukan untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada pengunjung agar membuang sampah di tempatnya, terlebih di sepanjang kawasan pedestrian Malioboro sudah disediakan cukup banyak tempat sampah.

“Jika kondisi Malioboro bersih, maka wisatawan pun akan merasa nyaman. Wisatawan yang ketahuan membuang sampah sembarangan akan diminta mengambil kembali sampahnya dan memasukkannya ke tempat sampah,” katanya.

Jika wisatawan tersebut menolak dan melawan, maka akan dibawa ke kantor untuk dilakukan pembinaan. “Harapannya, wisatawan memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kalau tidak ada edukasi apapun, bisa-bisa Malioboro menjadi kumuh,” katanya.

Imbauan agar pengunjung menjaga kebersihan di kawasan Malioboro dan membuang sampah di tempat yang sudah disediakan, lanjut Ekwanto, akan terus diinformasikan melalui radio milik UPT Malioboro.

Selama libur Lebaran, UPT Malioboro menambah petugas Jogoboro dari 25 personel tiap shift menjadi 40 personel. Pantuan keamanan di kawasan utama wisata tersebut dibantu dengan 24 CCTV.

Selain kebersihan, kepadatan lalu lintas di Malioboro juga menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi selama libur Lebaran. “Kami pasang rambu larangan berhenti di bahu jalan. Jika ada kendaraan yang berhenti, maka antrean di belakangnya sudah pasti panjang. Apalagi saat libur seperti ini,” katanya.

Kendaraan yang kerap berhenti di bahu Jalan Malioboro, kata Ekwanto, adalah kendaraan online yang menjemput atau menurunkan penumpang.

Sementara itu, jumlah pengunjung di Malioboro pada hari H Lebaran hingga siang hari belum meningkat signiikan. Sejumlah pedagang kaki lima souvenir di sisi barat Jalan Malioboro pun terlihat masih memilih libur.