Indonesia

Arus Mudik 2019 Dinilai Lancar, Menhub: Banyak Mudik Gratis

Arus Mudik 2019 Dinilai Lancar, Menhub: Banyak Mudik Gratis. Rata-rata transportasi massal naik 7 persen kecuali pesawat

Jakarta – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi , engklaim penyelenggaraan mudik tahun ini berlangsung lancar. Salah satu yang menjadi alasan lancarnya mudik tahun ini adalah karena banyaknya instansi yang mengadakan mudik gratis. 

“Pengunaan bus mudik gratis itu banyak sekali. Jakarta ada 400 ribu, di Jawa timur ada 275 ribu, di Jawa tengah 130 ribu, jadi hampir satu juta, memang shifting, tapi lebih baik,” kata Budi di kediaman Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di Jakarta, Rabu (5/6).

1. Tahun depan Kemenhub akan tingkatkan mudik gratis

Arus Mudik 2019 Dinilai Lancar, Menhub: Banyak Mudik Gratis

Melihat dampak positif dari mudik gratis, Budi menyebut Kementerian Perhubungan akan meningkatkan jumlah mudik gratis tahun depan. 

“Saya bahkan tahun depan akan meningkatkan mudik gratis ini,” ucapnya. 

Banyaknya masyarakat yang ikut serta menjadi alasan Budi akan meningkatkan jumlah mudik gratis tahun depan.  “Banyak sekali masyarakat yang membutuhkan itu, bahkan mereka sudah mengikuti 3 tahun berturut bisa pulang kampung,” ujarnya. 

2. Efektivitas transportasi massal saat mudik

Arus Mudik 2019 Dinilai Lancar, Menhub: Banyak Mudik Gratis

Budi mengatakan penyebab kedua lancarnya mudik tahun ini karena transportasi massal seperti bus, kereta, pesawat, dan kapal yang dipakai oleh pemudik. 

“Angkutan masal itu diutamakan. Mengapa? Karena efesien, tidak ada kemacetan, terus sarananya menjadi efesien dan aman, kalau individu, dinamika individu tidak bisa kita ukur. Jakarta juga demikian, kalau nanti kita berhasil membuat angkutan massal di Jakarta yang antar-kota, nantinya mobil pribadi akan berkurang,” papar Budi.

3. Peningkatan transportasi laut dan darat hingga 7 persen

Arus Mudik 2019 Dinilai Lancar, Menhub: Banyak Mudik Gratis

Berdasarkan hasil evaluasi Kemenhub, Budi menyebut jika dibandingkan tahun lalu penggunaan transportasi massal naik sekitar 7 persen kecuali untuk pesawat.  “Laut di atas 7 persen, kereta api naik 7 persen, darat lebih dari 7 persen, bisa 10 untuk darat, udara yang turun,” sebut Budi. 

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close