Soccer

Fakta di Balik Isu Kesetaraan Gaji Pesepakbola Pria dan Perempuan

Fakta di Balik Isu Kesetaraan Gaji Pesepakbola Pria dan Perempuan. Sudah setara belum, ya?

Jakarta – Usai sukses menggelar Piala Dunia 2018 di Rusia tahun lalu, FIFA kini tengah bersiap dengan event besar berikutnya yaitu Women’s World Cup 2019 yang akan diselenggarakan di Prancis pada 7 Juni – 7 Juli 2019.

Pesta sepakbola perempuan terbesar di dunia ini akan diikuti oleh 24 tim dari 24 negara. FIFA Women’s World Cup 2019 menjadi ajang ke-8 sejak digelar pertama kali pada tahun 1991 di China.

Di balik gempita kemeriahan Women’s World Cup 2019, isu keseteraan gaji pesepakbola pria dan perempuan sampai detik ini masih terus diperdebatkan. Sebenarnya sudah setara atau belum, sih, pendapatan dan hadiah yang mereka terima? Simak deretan fakta berikut!

1. Ada gap yang cukup jauh antara pendapatan pesepakbola pria dan perempuan

Fakta di Balik Isu Kesetaraan Gaji Pesepakbola Pria dan Perempuan

Isu kesetaraan gender memang sedang gencar-gencarnya digaungkan, termasuk menjadi tema besar pada perayaan Women International Day bulan Maret lalu. Isu ini memperjuangkan kesetaraan kaum pria dan perempuan di segala aspek kehidupan, profesi atlet salah satunya.

Sebagai cabang olahraga yang paling banyak peminatnya di dunia, isu kesenjangan gaji pemain sepakbola tentu menarik perhatian. Apalagi ada gap cukup besar, di mana selisih pendapatan pesepakbola pria dan perempuan menyentuh angka 23 persen berdasarkan penelusuran BBC.

Sebagai contoh pada Piala Dunia 2014 dan Piala Dunia Perempuan 2015. Dilansir dari Goal, federasi sepakbola Amerika Serikat memberikan bonus sebesar $5 juta untuk timnas pria yang hanya berhasil lolos hingga babak 16 besar. Sementara untuk timnas perempuan yang notabene keluar sebagai juara, hanya diganjar bonus $2 juta saja.

Selisih yang terbilang besar ini terjadi tak hanya sekali.

2. Catatan pribadi Alex Morgan dan pemberlakuan Equal Pay Gap

Fakta di Balik Isu Kesetaraan Gaji Pesepakbola Pria dan Perempuan

Dalam catatan pribadinya di situs The Players Tribune, Alex Morgan penyerang andalan timnas Amerika Serikat turut menyampaikan opininya soal isu kesenjangan gaji pesepakbola berdasarkan gender.

Menurut Alex, gap pendapatan antara pesepakbola pria dan perempuan di Amerika Serikat memang sangat terasa. Untuk menjadi setara dalam segi pendapatan dengan pesepakbola pria, Alex merasa dirinya perlu melakukan banyak hal di luar sepakbola.

Ia merangkap sebagai publik figur, mengekspos beberapa hal dalam kehidupan pribadinya ke media sosial, agar dunia semakin mengenal cabang sepakbola perempuan dan tentu saja dirinya sendiri.

Alex adalah satu dari lima atlet sepakbola perempuan Amerika Serikat yang terus menyatakan protes pada federasi soal gap gaji. Upaya Alex dan kawan-kawan sedikit membuahkan hasil di mana kini federasi mulai memberlakukan Equal Pay Gap atau aturan penyesuaian terhadap perhitungan gaji.

3. Penyebab absennya Ada Hegerberg dari Women’s World Cup 2019

Fakta di Balik Isu Kesetaraan Gaji Pesepakbola Pria dan Perempuan

Isu kesetaraan gaji pesepakbola pria dan perempuan disinyalir menjadi penyebab absennya salah satu pesepakbola perempuan terbaik saat ini, Ada Hegerberg. Penyerang andalan Lyon dan peraih Ballon d’Or 2018 ini mantap mengundurkan diri dari timnas Norwegia

Kepada CNN, Ada mengatakan bahwa bentuk protes ini bukan soal ia pribadi dan kariernya saat ini. Ada ingin memperjuangkan kesetaraan bagi perempuan-perempuan muda yang ingin menjadi atlet seperti dirinya.

Menanggapi protes Ada, federasi sepakbola Norwegia sempat mengumumkan wacana kenaikan gaji bagi atlet perempuan menjadi $290 ribu di tahun 2018. Wacana ini mulai diwujudkan dalam bentuk nyata, meski belum sepenuhnya merata.

Apakah kamu adalah salah satu wanita yang juga berminat menjadi atlet? Share di kolom komentar yuk, bagaimana pendapatmu soal kesetaraan gender di dunia olahraga Indonesia.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close