Pemilik saham Warriors dilarang tonton langsung pertandingan

Pemilik saham Warriors dilarang tonton langsung pertandingan.

Jakarta – NBA mengeluarkan larangan menonton pertandingan langsung untuk Mark Stevens, seorang pemilih saham minor tim bola basket Golden State Warriors, sebagai buntut dari insiden terkait pemain Toronto Raptors Kyle Lowry.

Stevens yang duduk di tepi lapangan, diketahui mendorong Lowry yang berupaya mengejar bola liar hingga ke area penonton dalam laga ketiga final NBA yang akhirnya dimenangi Raptors 123-109 di kandang Warriors, Oracle Arena, California, Kamis WIB.

"Perwakilan sebuah tim harus menjaga standar tertinggi dan tindakan investor Golden State Warriors, Mark Stevens, semalam sangat tidak bisa diterima dan tak punya tempat di liga ini," kata Wakil Presiden Eksekutif bidang Komunikasi NBA, Mike Bass, dalam laman resmi NBA, Jumat dini hari WIB.

"Selama peninjauan masalah ini dilakukan, Tuan Stevens tidak diperbolehkan menonton langsung pertandingan NBA," ujarnya menambahkan.

Sementara Asosiasi Pemain NBA (NBPA) mengeluarkan pernyataan bahwa mereka mengawal ketat pengusutan kasus tersebut.

"NBPA sebelumnya telah mengeluarkan dukungan toleransi nol terhadap serangan verbal maupun fisik terhadap pemain. Status Stevens sebagai pemilik sebuah tim tidak mengubah hal itu," demikian pernyataan resmi NBPA.
Sebelumnya, pihak Warriors telah mengkonfirmasi bahwa Stevens merupakan salah satu anggota dari enam dewan eksekutif tim. Warriors dan Stevens juga telah meminta maaf langsung kepada Lowry dan Raptors.

Warriors juga menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap insiden tersebut.

Tayangan ulang memperlihatkan Lowry terjatuh beberapa kursi di sebelah kiri Stevens saat berupaya menyelamatkan bola liar, namun kemudian Stevens ikut mendorong Lowry dan terlibat adu mulut.

Lowry selepas laga menyatakan bahwa Stevens, yang saat itu belum teridentifikasi, menggunakan kata-kata vulgar dalam adu mulut tersebut.

"Semoga saja, ia tidak pernah diizinkan lagi menonton langsung pertandingan NBA," katanya.