Transportasi & logistik

Mencicipi Sedapnya Nasi Empok di Kota Batu

Mencicipi Sedapnya Nasi Empok di Kota Batu. Taklukkan Lapar di Pagi Hari dengan Nasi Empok

News, BATU — Dinginnya udara Kota Batu pada pagi hari dapat ‘ditaklukkan’ dengan nikmatnya nasi empok, ditambah dengan aneka lauk yang kriuk dan mak nyos.

Tim Jelajah Lebaran Jawa–Bali 2019 tiba di Batu pada dini hari, Jumat (7/6/2019), setelah menempuh perjalanan dari Banyuwangi, Jawa Timur. Setibanya di sana, kami beristirahat di Masjid Agung Batu untuk beribadah dan beristirahat sejenak.

Bukan tanpa alasan kami memilih pergi ke Batu pada pagi buta, karena di dekat Masjid Agung, tepatnya di Alun-Alun Kota Batu kami dapat menikmati nasi empok yang kelezatannya telah menjadi buah bibir masyarakat.

Di sebelah barat Alun-Alun Batu, terdapat warung nasi empok yang sudah dipenuhi pembeli sejak buka. Aneka lauk berjejer di dalam etalase gerobak dan meja di sampingnya, di sisi lainnya tiga termos besar berisi nasi mengepulkan asap.

Mero Alfian, pemilik warung tersebut tampak sibuk melayani pembeli. Sesekali dia berhenti menyajikan nasi untuk membuat pesanan minuman, lalu kembali ke gerobak untuk menyiapkan nasi.

Setelah sekitar 5 menit, pesanan nasi empok kami akhirnya dibuat oleh Mero. Nasi yang dicampur dengan jagung tersebut kemudian disiram oleh sayur urab, ditambah dengan lauk ikan wader dan udang tepung yang kami pilih.

“Lauk lainnya macam-macam, ada sate daging, sate usus, babat, limpa, ikan wader, udang, telur dadar. Tinggal pilih,” ujar Mero saat berbincang bersama Bisnis, Jumat (7/6/2019).

Rasa gurih bercampur sedikit manis dari nasi empok, disertai aneka lauk terasa nikmat berpadu dalam mulut. Perut keroncongan pun berhasil ditaklukkan oleh nasi empok.

Oh iya, nasi empok pun dilengkapi dengan peyek yang memberikan sensasi kriuk. Saat menyantapnya, kami teringat dengan lagu berjudul Iwa Peyek.

Lagu yang menjadi nyanyian pendukung kesebelasan Persebaya tersebut memiliki lirik yang sama dengan komposisi nasi empok. Keduanya pun sama-sama melekat di ingatan masyarakat.

“Iwa peyek, iwa peyek, iwa peyek, nasi jagung.”

(Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pangestu Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close