Travel tips

Museum Sejarah Jakarta Menjadi Destinasi Libur Lebaran

Museum Sejarah Jakarta Menjadi Destinasi Libur Lebaran. Pengunjung Museum Sejarah Jakarta meningkat saat lebaran

News, Jakarta -Saat masa libur Hari Raya Idul Fitri atau lebaran di Jakarta, museum menjadi destinasi yang diminati untuk mengisi waktu luang. Museum Sejarah Jakarta atau biasa disebut Museum Fatahillah, yang berada di kawasan Kota Tua pun menjadi pilihan untuk dikunjungi.

Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta Sri Kusumawati mengatakan pada masa libur lebaran jumlah pengunjung mengalami peningkatan. “Contohnya hari kemarin, Kamis, 6 Juni 2019 jumlah pengunjung Museum Sejarah Jakarta mencapai 11.650 orang,” katanya kepada Tempo, Jumat, 7 Juni 2019.

Sri menjelaskan bahwa perbedaan tersebut bila dibandingkan dengan hari-hari biasa atau akhir pekan. Menurut Sri saat hari-hari biasa jumlah pengunjung Museum Sejarah Jakarta berkisar antara 800 sampai 1500 orang. Sedangkan saat akhir pekan, pengunjung Museum Sejarah Jakarta bisa mencapai 5000 orang.

“Peningkatan jumlah pengunjung ke kawasan Kota Tua Jakarta tentu juga mengakibatkan peningkatan kunjungan ke Museum Sejarah Jakarta,” ujarnya.

Sri memperkirakan bila kunjungan terbanyak ke Museum Sejarah Jakarta dalam masa libur lebaran pada Sabtu dan Minggu, 8 hingga 9 Juni nanti. Ia menjelaskan masa liburan sekolah yang juga berbarengan dengan periode Lebaran semakin mempengaruhi peningkatan jumlah pengunjung.

“Biasanya seusai libur bersama Lebaran tingkat kunjungan masih akan tinggi sampai berakhirnya libur sekolah,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa dalam satu tahun, ada dua kali masa ketika terjadi peningkatan jumlah pengunjung. “Masa puncak kunjungan ke kawasan Kota Tua atau Museum Sejarah Jakarta, yaitu libur bersama lebaran dan akhir tahun,” katanya.

Menurut Sri, Museum Sejarah Jakarta paling diminati pengunjung. Namun selain itu, museum-museum yang bernaung di bawah Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta, yang biasanya diminati saat libur lebaran juga mengalami peningkatan jumlah pengunjung.

“Museum Joang 45, Museum Prasasti, serta Museum M.H. Thamrin juga mengalami peningkatan jumlah pengunjung dibanding hari biasa. Hanya saja peningkatannya tidak signifikan,” ucap Sri.

BRAM SETIAWAN

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close