Bisnis

Ribuan pengendara terjebak berjam-jam di Puncak-Cipanas

Ribuan pengendara terjebak berjam-jam di Puncak-Cipanas. Biasanya dari rumah ke Puncak hanya butuh waktu 10 menit. Tapi Hari Ini, sudah empat jam kami baru sampai Puncak, laju kendaraan tersendat hingga beberapa menit baru berjalan beberapa meter sudah berhenti lagi

Cianjur – Ribuan kendaraan pemudik dan wisatawan terjebak antrean panjang hingga berjam-jam di Jalur Puncak-Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, akibat volume kendaraan meningkat tajam sejak Sabtu dini hari hingga menjelang sore.

Pantauan antrean kendaraan sudah terlihat mulai dari kawasan Puncak dengan ekor antrean yang terus memanjang hingga belasan kilometer dengan laju kendaraan terhenti selama beberapa menit.

Sehingga ratusan petugas dari masing-masing pos pam diturunkan untuk melakukan penyekatan agar antrean tidak terus memanjang, guna menghindari macet total dari kedua arah menuju Cianjur atau sebaliknya menuju Bogor.

Bahkan antrean juga terlihat disejumlah jalur alternatif Hanjawar-Pacet dan Jalan Raya Balakang. Laju kendaraan tersendat akibat banyaknya kendaraan yang keluar masuk di tempat wisata yang terdapat di jalur alternatif tersebut, sehingga rekayasa arus yang dapat dilakukan hanya penyekatan.

Aditiya Nurahman pemudik dengan tujuan Tanggerang, saat ditemui di Jalur Puncak, mengatakan sudah terjebak selama empat jam di jalur tersebut, setelah mudik di kampung halamannya di Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet. Untuk jarak yang hanya 12 kilometer, dia dan keluarga sudah menghabiskan waktu empat jam.

"Biasanya dari rumah ke Puncak hanya butuh waktu 10 menit. Tapi Hari Ini, sudah empat jam kami baru sampai Puncak, laju kendaraan tersendat hingga beberapa menit baru berjalan beberapa meter sudah berhenti lagi," ucapnya.

Dia berharap sistem satu arah ke Bogor segera diberlakukan karena antrean dipastikan sudah menggular dan akan terus memanjang seperti satu hari sebelumnya."Biasanya kalau sudah macet begini, petugas memberlakukan satu arah. Tapi sampai jam 3 belum ada tanda-tanda," ujarnya.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close