Indonesia

Warganet Lakukan Penggalangan Dana untuk Bantu Sopir Mayasari Bakti

Warganet Lakukan Penggalangan Dana untuk Bantu Sopir Mayasari Bakti. Dana yang terkumpul mencapai Rp10 juta

Jakarta – Nasib sopir bus Trans Jabodetabek rute Tanah Abang-Bekasi malang nian. Sopir yang diketahui bernama Oki itu dikenai sanksi denda senilai Rp1,2 juta oleh pihak manajemen lantaran mengangkut sekelompok remaja di atas atap bus pada malam takbiran Selasa (4/6) lalu. 

Peristiwa itu menjadi viral lantaran sekelompok remaja itu sempat tersangkut di langit-langit terowongan Tanah Abang. Bus Trans Jabodetabek sempat berhenti di dalam terowongan untuk memberikan kesempatan kepada sekelompok remaja tersebut mencari jalan turun dari kendaraan itu. Momen menegangkan tersebut rupanya sempat direkam oleh salah satu pengguna jalan dan diunggah ke Instagram.

Namun, yang terjadi Oki yang disalahkan oleh pihak manajemen. Padahal, ia telah memberikan penjelasan bus yang ia kendarai disetop oleh sekitar 50 remaja dan minta diantar ke area Karet. Mereka ingin ikut malam takbiran keliling.

Melihat peristiwa itu, seorang penyiar radio Diana Leiwakabessy membuat petisi untuk menggalang dana dan membantu membayar biaya denda Oki. Sebelumnya, Diana pada (6/6) mencuit rasa bingungnya terhadap putusan manajemen Mayasari Bakti. 

“Bis dibajak, supir diancam, pembajak kejepit, supir yang kena sanksi. Otak gue enggak nyampe,” kata Diana pada hari itu. 

Diana menggunakan platform kitabisa.com agar pengumpulan dana bisa dilakukan secara transparan. Ia hanya menargetkan untuk mengumpulkan dana Rp2 juta dari media sosial. Lalu, berapa dana yang terkumpul dari aksi donasi tersebut?

1. Donasi Rp2 juta terkumpul hanya dalam waktu satu hari, bahkan kini telah mencapai Rp10 juta

Warganet Lakukan Penggalangan Dana untuk Bantu Sopir Mayasari Bakti

Diana selalu memperbarui informasi mengenai pengumpulan dana yang dilakukan oleh warganet di platform kitabisa.com. Tak disangka angka Rp2 juta itu berhasil dikumpulkan hanya dalam waktu satu hari saja. Padahal, Diana menargetkan dana Rp2 juta itu bisa terkumpul dalam waktu 9 hari.

Alhasil, dana yang berhasil terkumpul saat ini sudah mencapai Rp10,4 juta. Diana pun sempat meminta agar warganet mengalihkan donasinya untuk aksi sosial lainnya. 

“Udah ya netizen yang budiman. Udah ngelewatin target tuh, while nunggu akun gue diverifikasi, biar bisa tutup donasi, silakan donasi dialihkan ke @kitabisa.com yang lain. Terima kasih banyak. Sekarang, masih nyari contact Pak Oki, kalau bisa bantu cariin mari!!,” cuit Diana pada (7/6) lalu. 

2. Dana sumbangan segera diserahkan usai sopir Mayasari Bakti kembali dari Tasikmalaya

Warganet Lakukan Penggalangan Dana untuk Bantu Sopir Mayasari Bakti

Diana pun akhirnya berhasil mendapatkan kontak Oki. Ia langsung menghubungi Oki untuk menginformasikan bahwa telah dilakukan penggalangan dana untuk membayar denda yang dikenakan oleh pihak manajemen. Melalui akun media sosialnya, Diana menyampaikan Oki saat ini masih berada di Tasikmalaya sehingga ia belum bisa menghadap manajemen Mayasari Bakti.

Informasi terbaru yang ia sampaikan hari ini yaitu Oki segera kembali dari Tasikmalaya pada Rabu (12/6). 

“Kabar baik dari Pak Oki. Beliau balik ke Jakarta hari Rabu ya gaes, nantikan updatenya. Kalian mah luar biyasak!! Sepuluh juta!!,” demikian cuit Diana pada Sabtu (8/6). 

Sementara, lantaran angka donasi yang dibutuhkan telah terpenuhi, maka kitabisa.com memutuskan untuk menutup pengumpulan dana bagi Oki pada Minggu (9/6). 

3. Manajemen Mayasari Bakti tetap menjatuhkan sanksi kepada Oki karena ia dianggap melanggar prosedur

Warganet Lakukan Penggalangan Dana untuk Bantu Sopir Mayasari Bakti

Sementara, menurut manajer operasional PT Mayasari Bakti, Daryono, alasan perusahaan tetap menjatuhkan sanksi bagi Oki, lantaran ia dianggap melanggar prosedur yang berlaku. Di dalam aturannya tertera pengemudi harus bertanggung jawab atas keselamatan penumpang, keselamatan berlalu lintas dan juga bertanggung jawab atas kondisi kendaraan. 

“Jika kondisi bus rusak, pengemudi harus bertanggung jawab atas kelalaiannya. Itu kan sebagai sanksi pembinaan,” kata Daryono di Jakarta pada Sabtu (8/6). 

Menurut dia, sanksi itu perlu diterapkan agar bisa mendidik para sopir sekaligus menjadi pembelajaran agar tak sembarangan dalam mengemudikan kendaraannya. 

“Kalau tidak ada sanksi, besok orang main asal-asalan aja bawa busnya. Misalnya diserempetin ke trotoar atau bagaimana,” kata dia lagi. 

Ia mengatakan manajemen memberikan keringanan kepada Oki untuk membayarnya. Oki dibolehkan membayar denda itu dengan cara mencicil. 

“Paling satu hari (membayar) Rp10 ribu atau Rp50 ribu. Ini kan (bayarnya) juga berdua sama kondektur gantinya,” katanya. 

4. Sopir telah menyampaikan keberatan busnya digunakan untuk malam takbiran keliling

Warganet Lakukan Penggalangan Dana untuk Bantu Sopir Mayasari Bakti

Sebelumnya, dalam pemeriksaan Oki dan kondektur yang telah dimasukan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), ia mengaku tengah melintas di area Blok G pada Selasa malam (4/6). Kemudian, bus yang ia kendarai dihadang oleh sekitar 50 remaja tanggung. Mereka pun memaksa untuk naik ke dalam bus. 

Namun, saat dalam perjalanan, para remaja itu bertindak seenaknya. Sebagian dari mereka naik ke atap bus. Sopir dan kondektur tak bisa berkutik. 

Para remaja itu minta diantarkan ke sejumlah wilayah yang dimulai dari Karet, Jakarta Selatan untuk ikut malam takbiran keliling. Padahal, sopir dan kondektur telah menyampaikan mereka hanya melayani rute Tanah Abang-Bekasi, namun tak digubris oleh gerombolan remaja tersebut.

Baik sopir dan kondektur akhirnya mengikuti segala permintaan para remaja itu demi keselamatan. Usai tiba di Karet, para remaja itu kemudian meminta untuk diantar ke Monas. 

Celakanya, saat melewati Terowongan Tanah Abang sekitar pukul 20.00 WIB, beberapa remaja yang berada di atap terjepit.

“Di situ (para remaja) pada teriak karena mentok atap. Tapi gak ada yang luka hanya mentok aja,” ujar Daryono ketika dikonfirmasi pada Sabtu (8/6).

Akibat kejadian itu, bus yang dikendarai Oki mengalami kerusakan di bagian atap.

“Bus itu kan atasnya dinaiki banyak orang jadi atapnya itu ada yang mendelep ke dalam,” katanya lagi. 

Gimana, gaes menurut pendapat kalian? Siapa yang seharusnya bertanggung jawab?

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close