News

Penumpang Pesawat Mudik Lebaran 2019 Turun 23 Persen

Penumpang Pesawat Mudik Lebaran 2019 Turun 23 Persen. Berdasarkan data yang diterimanya, secara nasional rata-rata turun 20-23 persen.

BALIKPAPAN – Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Bangunsih Pramesti menilai penurunan penumpang melalui Bandar udara pada mudik lebaran 2019 ini disebabkan salah satunya liburan lebaran yang tidak berbarengan dengan liburan sekolah jika dibandingkan pada tahun lalu.

Hal ini disampaikan kepada media saat melakukan peninjauan sejumlah bandara Sepinggan Balikpapan Sabtu pagi (8/6/2019).

“Tahun lalu berbarengan liburan anak sekolah dan liburan setelah lebaran ini analisis saya sehingga perjalanan terbagi dua. Liburan tidak berbarengan selain hal lainnya,” ujarnya.

Disamping itu juga ada factor lainya yakni akses jalan yang makin bagus seperti tol di ruas Jawa. Berdasarkan data yang diterimanya, secara nasional rata-rata turun 20-23 persen.

“Pemantau nasional angkutan mudik melalui udara dibandingkan lebaran 2018 turun rata-rata 20-23 persen. Ada juga bandara udara yang positif seperti bandara Sorong naik 20 persen, Bali bagus namun lain rata-rata alami penurunan,” ungkapnya usai meninjau Posko terpadu angkutan mudik lebaran bandara Sepinggan dan ruang AOCC Bandara Balikpapan.

: DAOP 4: Pemudik Kereta Api saat Arus Mudik-Balik Berimbang

Polana menjelaskan penurunan penumpang melalui bandara bukan hanya terjadi di Balikpapan tapi juga bandara lainya bahkan terparah ada di Solo dan Semarang.

” Yang paling turun itu Solo dan Semarang. Analisis saya karena banyak gunakan jalur darat karena jarak dekat, ” ucapnya.

Di Balikpapan penurunan pergerakan pesawa terjadi hingga 22 persen, penurunan penumpang 36 persen dan kargo 48 persen serta bagasi kurang 50 persen.

Dirjen Perhubungan Udara juga melakukan peninjauan ke ruang AOCC Bandara Sepinggan. Keberadaan AOCC merupakan ruang pengawasan bila terjadi sesuatu dapat dilakukan tindakan penangandan dan kordinasi secera cepat.

” Kita lakukan inpeksi ke AOOC. AOCC ini kolaborasi semua stakeholder bandara untuk lakukan pengawasan operasional Bandara apabila ada kejadian bisa diambil keputusan cepat,” jelasnya.

Meski mengalami penurunan dia berharap Bandara Sepinggan Balikpapan tetap mengedepanan pelayanan yang bagus. “Pihaknya Kita harapkan ekonomi Balikpapan naik karena ada potensi perluasan Refinery Pertamina . Mudah-mudahan trafik penumpang yang turun ini tidak terlalu lama,” tukasnya.

Pada Kesempatan sama, General Manager AP I Sepinggan Balikpapan Farid Indra Nugraha mengatakan pihaknya memperkirakan arus balik penumpang di Balikpapan terjadi pada Minggu besok (9/6).

Menyinggung penurunan penumpang lebaran pada tahun ini awal asumsi penurunan sekitar 39 persen. Namun realisasi pada arus mudik mengalami penurunan sektiar 26 persen.

“Kan tadinya tidak dioperasikan, Lion buka penerbangan Semarang, Jogya dan Surabaya yang tidak dioperasikan dioperasikan. Jadi secara total 107 Jadwal yang diajukan yang direaslisasikan 44. Jadi hampir 55 persen tidak direaslisasikan,” ungkapnya.

Namun jika ditotal antara Balikpapan dan APT Pranoto Samarinda maka penurunan penumpang pada lebaran tahun ini sekitar 17 persen.

“Bandara SAMS plus Pranoto itu turunnya 17,7 persen. Jadi yang shifting dari Balikpapan ke Samarinda itu 21,6 persen. Itu pindah orang yang mudik dari SAMS ke Pranoto,” jelasnya.

Pada peninjauan Posko terpadu dan AOCC di Bandara Sepinggan Balikpapan, Dirjen Perhubungan Udara didampingi GM I Balikpapan Farid Indra Nugraha, Plt Otoritis Bandara Wilayah VI Handoko dan GM Airnav Balikpapan Ratna.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close