Korporasi

Intikeramik Alamasri Industri Bakal Akuisisi Hingga 4 Hotel Tahun Ini

Intikeramik Alamasri Industri Bakal Akuisisi Hingga 4 Hotel Tahun Ini. Produsen keramik Essenza PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk. bakal memperbesar bisnis perhotelan seiring dengan rencana akuisisi 3-4 hotel dengan nilai investasi sekitar Rp500 miliar pada 2019. 

News, JAKARTA – Produsen keramik Essenza PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk. bakal memperbesar bisnis perhotelan seiring dengan rencana akuisisi 3-4 hotel dengan nilai investasi sekitar Rp500 miliar pada 2019. 

Direktur Utama Intikeramik Alamasri Industri Teuku Johas Raffli menargetkan akan membeli 3 hingga 4 hotel dengan nilai investasi sedikitnya Rp500 miliar setiap tahunnya. Perseroan fokus memperbesar bisnis perhotelan pada hotel bintang 3 maupun 4. 

Sebelumnya, pada semester II tahun lalu, perseroan telah mengakuisisi 3 perusahaan properti di bidang perhotelan yakni PT Realindo Sapta Optima yang berlokasi di Ubud, PT Mahkota Artha Mas yang berlokasi di Ubud, dan PT Mahkota Properti Indo Medan yang berlokasi di Medan.

Johas Raffli meyakini bisnis perhotelan dapat berimbas positif terhadap keuangan emiten dengan kode saham IKAI ini. Sebab, bisnis perhotelan memiliki siklus yang berbeda dengan bisnis keramik sebagai bisnis utama IKAI.

Bisnis perhotelan akan mencapai puncak pada Desember, Januari maupun hari-hari besar, sebaliknya pada waktu tersebut industri keramik mengalami penurunan penjualan. Sehingga, diversifikasi bisnis ini saling mendukung terhadap neraca keuangan emiten. 

“Pertumbuhan tingkat okupansi kamar hotel yang sangat tinggi terutama di Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Bali. Indonesia juga akan menjadi destinasi untuk MICE, baik internasional maupun domestik. Ini ceruk yang kami bidik,” katanya. 

Rapat umum pemegang saham luar biasa yang digelar pada 29 Mei 2019 menyetujui penambahan kegiatan usaha utama perseroan pada bidang akomodasi dan penyediaan makan minum, serta real estate. 

Pada kuartal I/2019, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp16,95 miliar. Sebesar Rp16,43 miliar atau 96,93% dari pendapatan merupakan pendapatan dari hotel, sedangkan Rp525,71 juta lainnya berasal dari penjualan keramik di pasar domestik. 

Di samping memperbesar bisnis perhotelan, perseroan tidak meninggalkan bisnis keramik sebagai bisnis utamanya. Di bisnis keramik, emiten dengan kode saham IKAI ini, bakal fokus pada produk high end. 

Perseroan menyiapkan belanja modal sekitar US$2 juta untuk peremajaan mesin dan menambah kapasitas produksi. Saat ini perseroan memiliki kapasitas terpasang sebesar 1 juta meter persegi per tahun. Perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi keramik high end menjadi 6,6 juta meter persegi per tahun. 

Dia menjelaskan, perseroan fokus pada keramik high end sehingga tidak perlu bersaing dengan keramik asal China yang dijual murah. Produksi keramik high end dimulai pada pada kuartal II/2019, sehingga kinerjanya baru akan tercermin di kuartal III/2019. 

Seiring dengan ekspansi yang dilakukan perseroan, Johas Raffli memperkirakan, bisnis perhotelan dan keramik dapat berkontribusi masing-masing 60% dan 40% terhadap pendapatan. 

“Terhadap revenue 2019, kami yakin dapat memperoleh sekitar Rp80 miliar berasal dari kontribusi hotel,” imbuhnya.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close