Berita ekonomi bisnis

Pengelola Jasa Alsintan Raup Penghasilan Kotor Rp 45 Juta/Musim Panen

Pengelola Jasa Alsintan Raup Penghasilan Kotor Rp 45 Juta/Musim Panen. UPJA Taju Jawa mampu mendapatkan penghasilan kotor sebesar Rp 45-50 juta per musim panen.

Jakarta – Musim panen tahun ini menjadi berkah bagi sejumlah unit pengelola jasa alsintan (UPJA). Hal ini juga dirasakan oleh UPJA Taju Jawa, di Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

“Musim panen raya padi sejak awal Maret 2019 menjadi berkah bagi kami. Petani yang sewa combine harvester cukup banyak. Hasilnya lumayan, bisa menjadi berkah Ramadhan dan sebagai bekal Lebaran tahun ini,” papar Direktur UPJA Taju Jawa, Didik Purwadi Nugroho, dalam keterangan tertulis, Minggu (9/6/2019).

Dari kegiatan penyewaan combine harvester, lanjutnya, UPJA Taju Jawa mampu mendapatkan penghasilan kotor sebesar Rp 45-50 juta per musim panen. UPJA Taju Jawa memang sudah sejak 2012 menyewakan alsintan seperti traktor, rice transplanter, dan combine harvester kepada petani di Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Jawa Tengah. Bahkan sampai saat ini manajemen UPJA Taju Jawa masih fokus menyewakan alsintan kepada petani di Kecamatan Prambanan dan sekitarnya. Sewa alsintan yang dilakukan UPJA Taju Jawa memang diarahkan kepada petani kecil yang lahannya tak luas. Sehingga, alsintan yang digunakan pun disesuaikan dengan luas lahan petani.

“Jadi, kami sewakan alsintan ke petani dengan telaten mulai dari luas lahan 1.700- 2.200 meter persegi kami lakukan untuk membantu sekaligus mengenalkan mekanisasi pertanian ke petani,” ujar Didik.

Ia juga mengatakan UPJA Taju Jawa yang didirikan tak seperti perusahaan jasa alsintan lainnya yang banyak menyewakan alsintannya, khususnya combine harvester, sampai ke luar daerah.

“Justru kami menyewakan alsintan ke petani-petani kecil dengan ongkos sewa terjangkau. Kalau petani di daerah kami (Kec. Parambanan) sudah terlayani semua, barulah kami menyewakan combine harvester ke daerah lain seperti ke petani Kabupaten Bantul,” paparnya.

Menurut Didik, musim panen raya awal tahun ini yang dimulai pada Maret lalu di Kecamatan Prambanan dan sekitarnya mulai habis. Diperkirakan musim panen raya awal tahun ini tinggal 1-2 minggu lagi. Kendati musim panen awal tahun ini hampir usai, manajemen UPJA Taju Jawa tetap optimis bisa mengotimalkan combine harvester dan alsintan lainnya ke petani.

“Kalau panan awal tahun ini kami siapkan satu unit combine harvester. Nah, Juni nanti ada panen padi lagi di Kecamatan Prambanan dan sekitarnya. Untuk musim panen Juni nanti kami siapkan dua combine harvester,” papar Didik.Meski lahan sawah di Kecamatan Prambanan sebagian besar tadah hujan, umumnya setelah panen petani langsung mengolah lahan untuk tanam lagi. Bagi petani yang lahan sawahnya memiliki fasilitas irigasi, maka setelah panen bisa langsung melakukan tanam padi. Sedangkan bagi petani di lahan tadah hujan, setelah panen padi biasanya langsung tanam palawija seperti jagung.

“Jadi, setiap musim (3-4 bulan sekali) kami bisa maksimalkan sewa alsintan ke petani. Saat ini selain combine harvester, sejumlah petani di Prambanan dalam waktu yang sama banyak juga yang menyewa traktor dan alat tanam rice transplanter,” pungkas Didik.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close