Ekonomi

Puncak arus balik di Bandara Minangkabau diperkirakan hari ini

Puncak arus balik di Bandara Minangkabau diperkirakan hari ini.

Padang Pariaman, Sumbar – PT Angkasa Pura II memperkirakan puncak arus balik di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat akan terjadi pada hari ini 9 Juni 2019 atau H+3 Idul Fitri 1440 Hijriah.

"Berdasarkan pola pergerakan penumpang sejak kemarin dengan angka keberangkatan mencapai 6.239 maka diperkirakan pada hari ini akan jadi puncak arus balik," kata Koordinator Posko Mudik Lebaran Bandara Internasional Minangkabau Wendi Ardan di Padang Pariaman, Ahad.

Menurut dia, pada hari ini terdapat delapan penerbangan tambahan dan ada maskapai yang menggunakan pesawat berbadan lebar, yaitu Airbus 330 dengan daya angkut 345 penumpang.

Ia menyebutkan hingga pukul 15.00 WIB sebanyak 2.587 pemudik telah berangkat meninggalkan Sumatera Barat menggunakan 15 penerbangan.

Wendi memastikan sepanjang arus mudik 2019 tidak ditemukan kendala berarti di Bandara Internasional Minangkabau.

Sementara salah seorang perantau Minang yang hendak balik ke Jakarta, Sutrisno mengatakan ia memilih balik pada hari terakhir libur Lebaran agar bisa maksimal bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman. "Besok Senin sudah mulai masuk kerja lagi, jadi hari ini balik ke Jakarta," kata dia.

Menyambut Mudik 2019, PT Angkasa Pura II membentuk posko mudik terpadu di Bandara Internasional Minangkabau yang beroperasi mulai H-7 hingga H+7 atau dari 29 Mei hingga 13 Juni 2019.

Posko mudik bekerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan mulai dari Polres Padang Pariaman, TNI, Kesehatan Pelabuhan, BMKG, Otoritas Bandara dan Airnav.

Wendi juga mengimbau penumpang yang akan balik agar senantiasa memperhatikan jadwal penerbangan dan tidak membawa barang terlalu banyak. "Diharapkan penumpang tidak bercanda tentang bom karena sesuai undang-undang bisa ditindak secara pidana dan merugikan orang lain hingga jadwal penerbangan ditunda," kata dia.*

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close