Indonesia

Meriahkan Crossborder, Festival Nyobeng Siap Digelar di Bengkayang

Meriahkan Crossborder, Festival Nyobeng Siap Digelar di Bengkayang. 1.000 wisatawan Sarawak diperkirakan hadir #Kemenpar

Bengkayang – Wilayah crossborder Kalimantan Barat langsung “digas” usai Lebaran. Salah satu event yang akan digelar ialah International Nyobeng Dayak Bidayuh Festival di Desa Hli Buei, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 15-16 Juni.

International Nyobeng Dayak Bidayuh Festival sendiri berawal dari prosesi pesta panen padi suku Dayak Bidayuh. Sebagai ucapan syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atau Tipaiak’ng (dalam bahasa Bidayuh), digelarlah ritual Nyobeng. Ucapan syukur juga ditujukan kepada roh leluhur yang diyakini bersemayam di gunung, hutan, dan lembah.

Menurut Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bengkayang, I Made Putra Negara, Festival Nyobeng digelar sebagai pelestarian budaya dan demi memperkaya pariwisata Bengkayang.

“Untuk menjaga tali silahturami serta melestarikan budaya suku Dayak Bidayuh, pelaksanaan event dilaksanakan bergantian di Sarawak-Malaysia dan Kabupaten Bengkayang setiap tahun. Biasanya, masyarakat kampung suku Dayak Bidayuh dan para undangan akan saling kunjung,” kata Putra, Minggu (9/6).

1. Festival Nyobeng akan tampilkan seni tari dan adat

Meriahkan Crossborder, Festival Nyobeng Siap Digelar di Bengkayang

Putra menjelaskan, festival budaya tersebut mendapat dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bengkayang.  

“International Dayak Bidayuh Festival akan menampilkan berbagai seni tari dan adat antarnegara, serta mengundang seluruh perwakilan Kampung Bidayuh dari negara Malaysia-Serawak,” kata Putra

Sanggar asal Sarawak yang diundang meliputi empat distrik (setingkat kecamatan), yakni Distrik Bau, Distrik Pedawan, Distrik  Serian, dan Distrik Tebedu. Total terdapat 157 Kampung Dayak Bidayuh yang akan tampil pada International Nyobeng Dayak Bidayuh Festival.

2. Budaya serumpun yang ditampilkan di Festival Nyobeng menjadi daya tarik wisatawan

Meriahkan Crossborder, Festival Nyobeng Siap Digelar di Bengkayang

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Adella Raung memperkirakan festival ini dapat menghadirkan sekitar 1.000 wisatawan dari Sarawak.

“Ikatan emosional antarwarga suku Dayak Bidayuh sangat kuat. Momen seperti International Nyobeng Dayak Bidayuh Festival akan menjadi sarana mereka untuk berkumpul. Apalagi ini momentum setahun sekali. Yang tujuannya memang untuk silaturahmi. Kita sangat yakin akan banyak warga Sarawak berdarah suku Dayak Bidayuh yang akan hadir,” tutur Adella, didampingi Kabid Pemasaran Area III Asdep Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan, International Nyobeng Dayak Bidayuh Festival ialah bagian dari event crossborder untuk menarik wisatawan perbatasan.

“Tujuan dari event ini adalah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Khususnya, melalui entry point negara Malaysia. Yang menjadi daya tarik buat mereka adalah event ini menampilkan budaya serumpun,” kata Rizki

Rizki berharap festival ini juga makin meningkatkan kerja sama kepariwisataan strategis antara Indonesia-Malaysia.

3. Festival crossborder sebagai ‘senjata pemungkas’ mendatangkan wisatawan

Meriahkan Crossborder, Festival Nyobeng Siap Digelar di Bengkayang

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengingatkan bawah festival crossborder telah dijadikan senjata pemungkas untuk mendatangkan banyak wisatawan mancanegara.

“Kita memang mengincar jumlah yang masif dari crossborder. Kenapa? Karena potensi yang dimiliki sangat besar. Oleh karena itu, kita menyiapkan berbagai treatment. Mulai dari musik, budaya, dan lainnya,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar menjelaskan, value yang bisa ditawarkan untuk wisatawan perbatasan ialah ikatan emosional.

“Karena, ada kesamaan budaya antara masyarakat di perbatasan. Kita coba memaksimalkan hal itu. Karena di beberapa crossborder hal tersebut terbukti ampuh,” ujar menteri lulusan Telematika University of Surrey itu.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close