Ekonomi

JFK ajang promosi produk UKM daerah

JFK ajang promosi produk UKM daerah.

Jakarta – Pesta rakyat Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran (JFK) tahun 2019 menjadi ajang promosi bagi pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) dari berbagai provinsi di Indonesia.

UKM EL61 asal Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur dapat menjual hampir 2.000 botol produk sambal khas Gresik selama 20 hari kegiatan.

“UKM kami menjual aneka sambal dan abon khas daerah, khususnya sambal bandeng sudah habis terjual sejak 10 hari pertama,” kata Timur Ida Rochani pemilik UKM EL61 kepada Antara, Minggu malam.

Ida mengakui kegiatan JFK merupakan arena promosi pertama kali untuk UKM yang dirintasnya sejak setahun lalu, di bawah binaan Dinas Koperasi dan Perindustrian Provinsi Jawa Timur.

“Untuk pameran ini, semua fasilitasnya gratis diberikan oleh badan penghubung daerah di Jakarta,” ujarnya.

Sebanyak 48 UKM asal Jawa Timur diberikan kesempatan untuk memamerkan produk mereka yang dibagi dalam dua gelombang, masing-masing selama 20 hari pameran untuk 24 UKM.

“Saya bersaing dengan ribuan UKM untuk mendapatkan fasilitas ini, dimana produk yang ditampilkan harus inovatif,” kata Ida.

Ida menyatakan sebagai UKM pemula, dirinya mempunyai tantangan untuk meyakinkan konsumen, bahwa produk-produk mereka tidak kalah kualitas dari produk serupa dengan “brand” ternama saat ini.

“Harga setiap botol sambal dijual antara Rp30 ribu sampai Rp40 ribu,” ujarnya.

Ida mengaku beruntung mendapatkan kesempatan mengikuti JFK, karena dapat memperkenalkan produknya kepada masyarakat umum.

“Ada beberapa daerah ingin menjadi reseller dari produk kami,” imbuhnya.

Promosi JFK menguntungkan

Pesta rakyat Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran (JFK) tahun 2019 digelar 22 Mei 2019 hingga 30 Juni 2019 digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, mengusung tema, Jakarta Fair Indonesia Bersatu.

JFK tahun 2019 diikuti 2.700 perusahaan peserta dalam 1.500 stan yang memamerkan berbagai produk dari berbagai skala usaha, mulai dari perusahaan multinasional hingga usaha kecil menengah (UKM).

Pakaian kebaya khas Padang, Provinsi Sumatera Barat dijual seharga Rp300 ribu, di arena Jakarta Fair Kemayoran (JFK), Jakarta Pusat, Minggu (9/6) malam. (ANTARANEWS/FAUZI LAMBOKA)

Salah satu stand pameran milik Dinas Perdagangan Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat juga diisi oleh sejumlah UKM yang mempromosikan produk khas daerah.

“Kami mempromosikan produk kain bordir dan sulam serta makanan khas Padang,” kata Ernawati, pemilik UKM ER Bordir.

Ernawati mengaku bersyukur karena telah difasilitasi pemerintah daerah untuk mengikuti JFK sejak tahun 2000 lalu.

Produk kain khas padang kata dia, dijual dengan harga bervariasi antara Rp300 ribu sampai Rp2 juta untuk mukena salat. Kemudian Jilbab sulaman motif padang dijual dengan harga antara Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Sementara pakaian kebaya dijual Rp300 ribu.

“Untuk mukena sudah habis, sementara didatangkan lagi dari Padang,” ujar Ernawati.

Hal senada disampaikan Yunus, pemilik UKM Asbayus Mandiri dari Provinsi Sulawesi Tengah bahwa JFK merupakan ajang pameran produk khas daerah yang menguntungkan setiap tahunnya.

Yunus menjelaskan stand UKM asal Sulteng difasilitasi Dinas Penanaman Modal dan PTSP. Para pemilik UKM dapat memamerkan dan menjual produk mereka di stand yang sudah disiapkan.

“UKM saya khusus menjual batu giok sojol,” kata Yunus.

Yunus menjelaskan batu giok sojol warna hijau melon itu telah terkenal sejak tahun 2014 lalu. Kala itu sejak mengikuti pameran JFK pertama kalinya, dirinya hanya menjual bongkahan batu saja.

“Saat ini giok sojol sudah diolah dalam bentuk perhiasan,” ujarnya.

Cincin batu Giok Sojol merupakan produk UKM asal Provinsi Sulawesi Tengah yang dijual antara Rp100 ribu hingga Rp500 ribu per biji, di arena Jakarta Fair Kemayoran (JFK), Jakarta Pusat, Minggu (9/6) malam. (ANTARANEWS/FAUZI LAMBOKA)

Yunus merincikan permata batu giok tanpa ikatan cincin untuk laki-laki dan perempuan dijual seharga Rp50 ribu per biji. Cincin batu giok untuk perempuan dengan ikatan perak 70 persen dijual Rp100 ribu per biji, sementara untuk laki-laki Rp200 ribu per biji.

“Untuk cincin ikatan perak 100 persen bagi laki-laki dijual Rp500 ribu. Ada juga gelang perempuan dijual Rp100 ribu,” jelas Yunus.

Yunus mengakui peminat giok sojol di arena PRJ 2019 lebih kurang dibandingkan pameran PRJ tahun-tahun sebelumnya.

“Saat pameran seperti ini, saya bukan mengejar keuntungan, tetapi bagaimana orang mengenal darimana asal produk yang saya jual khususnya giok Sojol,” tegas Yunus.

Dongkrak pertumbuhan ekonomi

Direktur Pemasaran JFK Ralph Scheunemann menyatakan pesta rakyat Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran (JFK) diklaim mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta setiap tahunnya.

JFK tahun 2019 diikuti 2.700 perusahaan peserta dalam 1.500 stan yang memamerkan berbagai produk dari berbagai skala usaha, mulai dari perusahaan multinasional hingga usaha kecil menengah (UKM).

Ralph optimis terget total jumlah kunjungan tahun 2019 sebanyak 6,5 juta orang target nilai transaksi bisnis mencapai Rp7,5 triliun.

“Target penerimaan kami sekitar Rp2 triliun sejak tahun 2002, dan terus meningkat sampai sekarang,” jelas Ralph.

Pelaksanaan kegiatan JFK memiliki multiplyaer efek yang sangat besar, tidak hanya pada saat kegiatan saja, tetapi pra dan pascakegiatan berlangsung. Hal itu kata Ralph dibuktikan dengan sebelum pelaksanaan JFK yang terlihat dari pembangunan stand di lahan sekitar 44 hektar itu.

“Silahkan dihitung, berapa banyak tenaga kerja musiman yang digunakan untuk membangun stand di dalam dan di luar. Saat pelaksanaan JFK, berapa banyak tenaga kerja yang terlibat, dari tenaga kerja pemasaran, keamanan hingga kebersihan,” jelas Ralph.

Menurut Ralph, JFK digelar dalam rangka HUT DKI Jakarta dimana sangat diminati masyarakat baik di Jakarta maupun dari luar Jakarta.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta selama triwulan I tahun 2019 tumbuh sebesar 6,23 persen bila dibandingkan triwulan I tahun 2018.

Perekonomian Jakarta selama TW I-2019 diukur berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp681,03 triliun dan harga konstan mencapai Rp446,21 triliun.

Struktur perekonomian Jakarta pada TW I-2019 masih didominasi lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 16,95 persen atau senilai Rp115,45 triliun.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close