Komisi B DPRD Jatim Incar Mafia Garam

Surabaya – redaksi.co.id, Komisi B DPRD Jatim sepertinya tidak ingin main-main dalam menangani permasalahan garam Import. Dalam waktu dekat komisi akan memanggil SKPD terkait untuk membongkar mafia garam impor di dalam kalangan Pemprov Jatim.

Tata niaga garam di Jatim ternyata amburadul. Bahkan dari hasil sidak garam impor, Komisi B DPRD Jatim telah menemukan sejumlah fakta. Salah satunya adanya dugaan permainan garam import yang dilakukan oknum SKPD, lembaga Bea Cukai maupun importir nakal.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Pranaya Yudha mengatakan,  adanya permainan garam Import oleh pihak terkait, terlihat dari adanya selisih dokumen jumlah garam asal Australia. Dalam dokumen Bea Cukai tertulis 27 ribu 189 ton, sedangkan di Disperindag Jawa Timur 27  ribu ton dan di PT Pelindo hanya 23 ribu 198 ton.

“Artinya ada kesengajaan pihak-pihak terkait dalam memainkan garam Import. Untuk itu dalam waktu dekat, Komisi B akan memanggil Disperindag Jatim dan Biro Perekonomian serta pihak  yang mengeluarkan rekomendasi ijin bongkar muat garam Import” kata Pranaya Yudha. 

Sementara itu Khabil Mubaroq, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim sangat menyayangkan keputusan Pemprov jatim mengeluarkan ijin bongkar muat garam Import. Hal  ini menunjukan tata niaga garam di Jawa Timur amburadul dan merugikan petani garam lokal.(pul)