Ekonomi Dan Bisnis

Pengusaha SPBU Mengaku Keuntungan Berkurang

Surabaya – redaksi.co.id, Meski penurunan harga BBM diumumkan pekan lalu, namun para pengusaha SPBU mengakui penurunan harga BBM yang diimbangi kenaikan margin perliter, masih kurang menguntungkan.

Penurunan harga BBM yang pertama terjadi 1 Januari lalu, diimbangi dengan peningkatan margin perliternya, sebanyak Rp 40. Jadi, dari Rp 150 sampai Rp 350 perliter menjadi Rp 190 hingga Rp 390.

Kenaikan ini dilakukan pemerintah untuk mengurangi kerugian kepada pengusaha SPBU, lantaran harga BBm yang fluktuatif. Tapi Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas, Hiswana Migas Jatim, mengatakan jika kenaikan margin masih memberatkan pengusaha karena nilainya terlalu kecil.

? Seharusnya, kenaikan margin dihitung dari prosentase, sehingga naik turunnya harga bbm, tidak berdampak pada besaran keuntungan yang diterima. seperti yang terjadi di negara maju. dimana margin BBm mencapai 7 hingga 10 persen. Sementara di Indonesia baru 3 koma 5 hingga 4 persen perliternya? kata Rahmat Muhammadiyah ketua Hiswana Migas Jatim

Selain itu, penghitungan berdasar prosentase tidak akan mematikan usaha SPBU, karena dihitung dari setiap perubahan harga  BBM yang terjadi, dikalikan dengan prosentasenya.(pul)

Related Articles

Back to top button
Close
Close