Ekonomi Dan Bisnis

BPS Prediksi Harga Beras Sumbang Inflasi 0,4%

Surabaya – redaksi.co.id, Kelangkaan harga beras di sejumlah daerah diprediksi Badan Pusat Statistik menyumbang inflasi sebesar o,4 %. Menurut BPS Jatim, kenaikan dan kelangkaan beras merupakan dampak sistemik yang terjadi setiap tahunnya.

Sairi Hasbullah Kepala BPS Jatim memprediksi, kelangkaan beras berdampak pada kenaikan harga merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi. Siklus ini terjadi setiap musim penghujan tiba.  Lantaran banyak sawah petani yang terendam. mengakibatkan petani gagal panen. Kegagalan panen dari musim tanam September sampai Desember, akan kembali naik pada Maret mendatang. Atau puncak musim panen yang berdampak pada menurunnya harga beras.

“Kenaikan harga beras selama sepekan terakhir merata di sejumlah daerah. Yakni sebesar 5 hingga 6 persen. Atau masih bisa ditoleransi, jika melihat harga rerata beras dari seluruh kualitas yang mencapai Rp 10.500 perkilogram,” kata Sairi Hasbullah kepala BPS Jatim

Sementara itu, Tjahyo Haryono Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran, Apkrindo Jatim mengaku belum merasakan dampak yang ditimbulkan oleh kelangkaan beras, yang berakibat pada kenaikan harga beras. Sebab, kenaikan harga beras saat ini masih cenderung kecil. Yakni sekitar 5 hingga 10 persen. Atau kenaikan masih bisa ditekan, dengan adanya service tax yang mulai diberlakukan per Januari lalu, sebesar 5 persen.

“Namun tidak menampik akan menaikkan harga jual nasi perporsi jika harga beras melambung melebihi 20 persen. Karena saat ini pengusaha kafe dan resto sudah terpukul lantaran adanya kenaikan UMK
lebih dari 100 persen,” kata Tjahyo.

Di Surabaya, kenaikan harga beras mencapai Rp 1000 hingga Rp 1.500 rupiah perkilogram. Kenaikan merata dialami oleh beras dari kualitas paling rendah hingga paling tinggi. Dari harga terendah semula Rp 8 ribu perkilogram menjadi Rp 9.500 perkilogram. Sementara harga beras berkualitas paling tinggi dari harga semula Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu perkilogramnya.

Menurut pedagang, kenaikan harga beras dipicu kelangkaan beras di pasaran. Seperti beras yang biasa didapat dari tuban dan lamongan, menurun dari pasokan semula 2 ton kini hanya menjadi 1 ton perminggu. Diduga, penurunan ini lantaran curah hujan tinggi sehingga berdampak pada sawah petani yang terendam banjir.  Harga beras mahal juga mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat yang semula membeli beras 10 kilogram, kini hanya membeli 5 kilogram.(pul)

Related Articles

Back to top button
Close
Close