Korban Penembakan Kelab Malam Turki 'Ramalkan' Kematiannya

redaksi.co.id – Korban Penembakan Kelab Malam Turki 'Ramalkan' Kematiannya

Kita tak akan pernah tahu kapan maut akan menjemput. Bisa dalam hitungan detik, menit, jam, hari ataupun tahun.

Pun demikian dengan sejoli, Rita Chami dan tunangannya Elias Wardini. Mereka tak pernah menduga bahwa malam Tahun baru 2017 adalah hari terakhir mereka di dunia.

Keduanya menjadi korban penembakan di klub Istanbul, Turki.

Perayaan Malam Tahun Baru 2017 dihabiskan mahasiswa American University of Science and Technology Lebanon itu diIstanbul.

Chami dan Wardini berada di dalam kelab malam mewah di Istanbul, Reina di tepi Selat Bosphorus. Tiba-tiba seorang pria bersenjata menyeruak masuk sekitar pukul 01.30 waktu setempat.

Datang naik taksi,pria bersenjata senapanKalashnikov(AK) itu menembak mati seorang polisi dan warga sipil di pintu masuk.

Pria berpakaian ala Sinterklas itukemudian menembakkan empat senjata magazine yang berisi 120 peluru ke seantero kelab malam yang dipenuhi sekitar 700 tamu.

Saking paniknya, para tamu terjun ke perairanBosphorus yang dinginnya bukan kepalang — demi selamat.

Setelah mengganti pakaian, pria bersenjata itu meninggalkan kekacauan di kelab malam dan berhasil menghindari pasukan keamanan. Sebanyak 39orang tewas dalam penembakan itu, dan 4 orang lainnya luka-luka.

Rita Chami termasuk dalam daftar korban tewas.

Chami, yang kehilangan ibunya karena kanker empat bulan lalu — sempat menulis di Facebooknya. Kalimat yang ia tulis belakangan dianggap sebagai prediksi kematiannya.

“Harapannya kami akan bersenang-senang (di Turki), skenario terburuk adalah aku akan tewas dalam ledakan dan menyusul ibuku,” tulis Chami di akun Facebooknya sebelum bertolak ke Istanbul, yangjuga dikutip situs berita IMLebanon.

Sang ayah sudah berusaha mencegah Cami pergi.

“Saya mencoba untuk menghentikannya (agar tak pergi ke Turki), tapi dia memutuskan untuk pergi dengan teman-temannya,” jelas ayahChami yang tengah bersedihkepada Lebanon MTV.

Sebelum kematiannya, Chami juga dilaporkan sempat memosting puisi pada Facebook dalam bahasa Arab tentang kematian. “Ia selalau ada…di antara kita dan sekitar kita.”

Sementara, tunangannya, Elias Wardini adalah seorang pelatih kebugaran pribadi yang populer di Lebanon. Sementara Chami berkarir dimedia.

Mati Demi Cinta

Sejumlah media melaporkan bahwa Wardini tenggelam di Selat Bosphorus setelah melarikan diri dari kelab malam.

Namun, salah satu temannya membantah lewat Facebook. “Ingin mengklarifikasi beberapa informasi palsu, bahwa media kita tercinta memberikan keterangan tak tepat. Elias Wardini tidak lari dari penembakan (sayangnya ia tak kabur),” tulis Jason Orfali.

“Elias Wardini ada di sanakarena tunangannya ditembak dua kali, ia bertahan untuk membantu Chami,dan ditembak tiga kali dan meninggal dalam pelukannya. Ia begitu mencintainya, sampai-sampai kembali danmembantutunangannya meski hidupnya terancam.”

“… Janganpernah berpikir bahwa Elias meninggal di perairan itu! Dia bertahan untuk melindungi orang yang dicintai dan meninggal dalam pelukannya.”

(red//ainuddin/MZ)