Nasional

Tito Karnavian Belum Puas Dengan Hasil Kinerja Kepolisian

redaksi.co.id – Tito Karnavian Belum Puas Dengan Hasil Kinerja Kepolisian

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian belum puas dengan kinerja kepolisian saat ini. Meskipun berdasar hasil survei menempatkan korps Bhayangkara di posisi keempat sebagai lembaga yang dipercaya publik sebagaimana hasil survei Kompas.

Hal ini disampaikan Tito seusai menutup Rapat Pimpinan (Rapim) Polri 2017, di Gedung PTIK, Jakarta, Jumat (27/1/2017).

“Saya masih belum sreg dengan hasil ini,” ucap Tito.

Tito dalam penutupan Rapim Polri 2017, telah menginstruksikan jajaran polda untuk bekerja lebih keras agar semakin dipercaya publik.

Ia meminta kinerja polda ditingkatkan, bekerja lebih profesional, dan pelayanan publik ditingkatkan lebih baik dengan berbasis IT.

Tito memaparkan, lembaga Polri mendapat nilai 71,7 persen dan berada di posisi keempat di bawah KPK, TNI dan lembaga kepresidenan sebagai lembaga yang dipercaya publik dalam hasil survei Kompas akhir 2016.

Hasil tersebut terbilang cukup baik jika dibandingkan pada awal 2016 yang menempatkan lembaga Polri di posisi ketiga sebagai lembaga yang tidak dipercayai publik.

Capaian positif Polri tersebut dipengaruhi faktor hasil kerja positif polisi dan manajemen media terhadap penanganan kasus-kasus atau kejadian yang menjadi perhatian publik.

Di antaranya penindakan kasus terorisme dengan 570 penangkapan, penanganan kasus Dimas Kanjeng, penanganan unjuk rasa atau Aksi 411 dan Aksi 212.

Kemudian penanganan kasus perampokan disertai pembunuhan di Pulomas, serta penindakan tegas terhadap bandar dan pengedar narkoba.

Meski begitu, Tito juga menilai capaian tersebut terbilang masih rendah sehingga kinerja kepolisian, terutama jajaran polda harus ditingkatkan.

Kurang puasnya Tito Karnavian selaku Kapolri terhadap kinerja kepolisian lantaran kinerja positif penanganan kasus atau kejadian di polda-polda masih belum merata.

Apalagi, perbaikan kultur kepolisian seperti budaya korup, arogansi kekuasaan dan kekerasan sebagai ekses di lapangan belum menunjukkan banyak perubahan.

“Ini tantangan ke depan, bagaimana agar manajemen media lebih mantap dan kinerja merata di semua polda dan harus ada perbaikan kultur,” katanya.

(red/urista/urnamasari/NP)

Related Articles

Back to top button
Close
Close